22 Okt 2026

Bahlil Resmikan Penerimaan Gas JNE-6 dan Maha-South Hub di Kaltim, Pasokan Nasional Bertambah hingga 290 MMSCFD

noeh21
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memutar valve pipa yang menandai peresmian penerimaan gas proyek JNE-6 dan Lapangan Maha-South Hub di Kalimantan Timur, Kamis (22/10/2026).
      
SekdaTV.Com || Balikpapan – Pasokan gas nasional bertambah dari pengembangan proyek Jangkrik North East 6 (JNE-6) dan Lapangan Maha-South Hub di Kalimantan Timur. Kedua fasilitas itu diproyeksikan menambah produksi gas hingga 290 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).
 
Penerimaan gas dari fasilitas tersebut diresmikan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kamis (22/10/2026). Peresmian dilakukan di sumur JNE-6, sekitar 12 mil laut dari daratan, dan juga digelar secara virtual.
 
Bahlil didampingi Dirjen Migas Laode Sulaeman, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, dan CEO Searah Muara Bakau (SMB) Mirko Araldi. Fasilitas produksi itu dimiliki PT Searah, perusahaan patungan Eni dan Petronas.
 
Menurut Bahlil, kontribusi awal datang dari sumur JNE-6 yang kini memasok sekitar 60 MMSCFD. Sementara Lapangan Maha berkapasitas sekitar 230 MMSCFD ditargetkan mulai berproduksi akhir Oktober 2026.
 
"Hari ini berarti kita sudah terima kurang lebih sekitar 60 MMSCFD, ditambah fasilitas yang siap untuk kita diproduksi lagi di akhir bulan ini 230 MMSCFD, artinya ini ada penambahan sekitar 290 MMSCFD," kata Bahlil.
 
Ia menilai tambahan pasokan ini penting bagi ketahanan energi nasional, membantu memenuhi kebutuhan gas dalam negeri, dan mendukung industri berbasis gas.

 
Target gas 3.000 MMSCFD
 
Bahlil juga menyampaikan target yang dilaporkan Eni kepada pemerintah. Hingga 2028-2029, produksi gas dari sejumlah blok yang dikelola Eni ditargetkan mencapai 3.000 MMSCFD, dengan kondensat sekitar 130.000 barel per hari.
 
Pemerintah menargetkan lifting minyak nasional 900.000 hingga 1 juta barel per hari pada 2029-2030, naik dari rata-rata saat ini yang masih di atas 600.000 barel per hari.
 
"InsyaAllah doakan dengan penambahan yang ada, maka target dari Bapak Presiden untuk mencapai 900 ribu barel sampai 1 juta barel 2029-2030 salah satu kontribusinya adalah dari Eni," ujarnya.
 
Percepatan produksi
 
Bahlil menekankan pentingnya teknologi terkini, yang menurutnya sudah diterapkan PT Searah dan Eni. Pemerintah, katanya, akan terus mendorong percepatan perizinan dan penyelesaian kontrak agar proyek tidak berhenti di tahap investasi.
 
"Kata kunci dari sebuah eksplorasi, konstruksi, itu adalah kapan produksinya," ujarnya.
 
Ia menyebut percepatan produksi sebagai arahan utama Presiden dalam pengembangan sektor energi.
 
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas