19 Mar 2026 | Dilihat: 1187 Kali

Belum Penuhi Kriteria, Awal Syawal Diperkirakan Mundur Satu Hari

noeh21
Kepala Kantor Kementerian Agama Balikpapan, Masrivani
      
SekdaTV sekdatv.com, BALIKPAPAN - Penentuan awal Syawal 1447 Hijriah masih menunggu keputusan pemerintah. Hasil perhitungan dan pengamatan di sejumlah daerah, termasuk Balikpapan, menunjukkan posisi hilal belum memenuhi kriteria.
 
Kepala Kantor Kementerian Agama Balikpapan, Masrivani, menyebutkan ketinggian hilal di Indonesia masih berada di bawah standar yang ditetapkan MABIMS.
 
“Rata-rata masih di bawah kriteria. Di Balikpapan sendiri baru sekitar 2 derajat,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).
 
Standar MABIMS mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dengan elongasi 6,4 derajat. Parameter tersebut menjadi acuan bersama negara-negara di kawasan. Beberapa wilayah di Indonesia bagian barat mendekati kriteria, namun belum sepenuhnya memenuhi.
 
“Di Banda Aceh ketinggiannya sudah 3 derajat, tapi elongasinya belum sampai,” jelasnya.
 
Berdasarkan hisab, awal Syawal berpotensi jatuh pada Sabtu. Namun, hal itu belum bisa dipastikan sebelum sidang isbat digelar.
 
“Dari perhitungan memang mengarah ke Sabtu, tapi keputusan tetap menunggu sidang isbat,” katanya.
 
Penetapan tidak hanya bergantung pada angka hisab, tetapi juga hasil rukyat di lapangan serta kesaksian yang diverifikasi.
 
“Kesaksian harus bisa diterima secara hukum, tidak cukup hanya melihat,” tegas Masrivani.
 
Sementara itu, hasil pengamatan di Balikpapan dan IKN telah dilaporkan sebagai bagian dari bahan pertimbangan nasional. Kemungkinan perbedaan penetapan Lebaran juga tetap terbuka, mengingat metode penentuan yang dapat menghasilkan jumlah hari Ramadan yang berbeda.
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas