SekdaTV.Com || Jakarta – Polda Metro Jaya menjerat Bharada Andika Rahmadani dengan Pasal 459 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ia diduga menembak mati sesama anggota polisi, Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai, di Markas Direktorat Kepolisian Udara (Ditpoludara), Pondok Cabe.
"Persangkaan pasal pidana yang dikenakan, Pasal 459 KUHP tentang pembunuhan berencana," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Menurut Budi, penyidik masih mendalami motif, penggunaan senjata api, dugaan perundungan yang dilakukan teman seangkatan korban terhadap tersangka, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
"Motif, penggunaan senjata api, dan dugaan perundungan, serta ada kemungkinan keterlibatan orang lain, ini masih didalami," ujarnya.
Menyerahkan diri
Budi menjelaskan, setelah penembakan pada Jumat (16/10/2026), Andika langsung menyerahkan diri di pos penjagaan Ditpoludara. Perkara kemudian ditangani Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
"Kondisi yang bersangkutan menyadari kesalahan bahwa sudah melakukan perbuatan pidana terhadap rekan kerjanya," tutur Budi.
Pemeriksaan dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan kondisi tersangka. "Ini juga secara bertahap, secara kemanusiaan kita harus melihat tahapan ini, sehingga proses dari awal, saat, dan setelah yang bersangkutan diamankan, ini bisa komprehensif," katanya.
Versi kuasa hukum korban
Kuasa hukum keluarga korban, Petrus Bala Pattyona, menyebut penembakan diduga dipicu kemarahan tersangka akibat perundungan oleh teman-teman seangkatan korban. Ia menyampaikannya saat mendatangi Polda Metro Jaya, Senin (19/10/2026).
"Penjelasan penyidik bahwa pelaku ini melampiaskan kemarahan kepada korban karena teman-teman seangkatan korban sering mem-bully tersangka. Bukan almarhum yang mem-bully, tapi teman-temannya," kata Petrus.
Petrus mengatakan penyidik menyatakan kasus ditangani profesional dan memiliki bukti rekaman CCTV.
"Penyidik melakukan proses ini sangat profesional karena semua informasi apa pun di-crosscheck, termasuk mereka memiliki data yang sangat akurat, yaitu CCTV," tuturnya.