20 Okt 2026

Dari Atas Patung Selamat Datang, Greenpeace Tagih Pemerintah: "Apa Kerja Pemerintah?"

noeh21
Aktivis Greenpeace membentangkan spanduk "Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?" di Monumen Selamat Datang, Bundaran HI, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
      
SekdaTV.Com || Jakarta – Selasa (20/10/2026) pagi, pemandangan tak biasa muncul di jantung Jakarta. Dua spanduk kuning raksasa menggantung di Monumen Selamat Datang, Bundaran HI, dipasang enam aktivis Greenpeace Indonesia yang memanjat sejak sekitar pukul 07.00 WIB dengan tali rescue.
 
Spanduk pertama bertuliskan "Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup" dan dihadapkan ke utara, ke arah Istana Merdeka. Spanduk kedua, "Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?", menghadap ke selatan, ke arah warga yang melintas.
 
Aksi itu bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Greenpeace menyebut aksi ini berangkat dari riset terbarunya berjudul "Besok Harga Naik! Gambaran Dampak Krisis Iklim dari Tempat Kerja, Meja Makan, dan Rumah".
 
Menurut Greenpeace, krisis iklim kini bukan lagi sekadar isu lingkungan, tetapi sudah menyentuh dapur warga. Riset itu menggambarkan nelayan yang tak bisa melaut karena cuaca ekstrem, pengemudi ojek online dan pekerja gig yang penghasilannya terpotong saat banjir atau asap, serta harga pangan yang naik akibat gagal panen dan distribusi terganggu. Riset tersebut juga menyebut 56 persen warga harus mencari kerja sampingan untuk menutup biaya hidup yang meningkat.
 
Greenpeace juga mempertanyakan klaim pertumbuhan ekonomi. Dalam Sidang Tahunan MPR pada Agustus lalu, Presiden menyebut ekonomi tumbuh 5,45 persen, tertinggi dalam 13 tahun. "Siapa yang merasakan?" tanya Greenpeace. Organisasi itu turut menyoroti anggaran Makan Bergizi Gratis yang disebut memicu inflasi pangan, sementara anggaran penanggulangan bencana dipangkas. Greenpeace mengingatkan rentetan bencana dua tahun terakhir: banjir bandang di Sumatera, karhutla dan kabut asap tebal di Kalimantan, hingga cuaca ekstrem di berbagai daerah.
 
Polisi, TNI, Damkar, dan Satpol PP disiagakan di lokasi. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung meminta para aktivis turun lewat pengeras suara. "Kami dari Polres dan Kodim 0501 bersedia melayani dan melindungi. Utamakan keselamatan," ujarnya.
 
Spanduk diturunkan sekitar pukul 08.50 hingga 09.30 WIB. Keenam aktivis, empat laki-laki dan dua perempuan, dievakuasi satu per satu dan dibawa ke Klinik Biddokkes Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan kesehatan.
 
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan menyampaikan pendapat adalah hak demokrasi, selama tidak mengganggu ketertiban umum. Hingga siang hari, Istana belum memberikan tanggapan resmi atas aksi tersebut.
 
"Langitnya belum biru nih teman-teman, masih ada asap," kata Greenpeace.
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas