10 Ags 2026 | Dilihat: 1121 Kali

Dari Cosplay hingga Cyber Security, E-Sports Kapolri Cup 2026 Cetak Sejarah Tiga Rekor MURI

noeh21
      
SekdaTV.Com, JAKARTA – Gelaran E-Sports Kapolri Cup 2026 resmi berakhir di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (9/8/2026) malam, dengan penutupan langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Momen penutupan itu makin istimewa karena diwarnai penyerahan tiga penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) kepada ajang tersebut.
 
Ketiga rekor itu adalah Defile Cosplay Peserta Generasi Z Terbanyak (117 peserta), Kompetisi Keamanan Siber Peserta Generasi Z Terbanyak (734 peserta), dan Pengukuhan Duta Kamtibmas Siber kepada Peserta Generasi Z Terbanyak (27.686 peserta).
 
Kapolri menyebut antusiasme peserta yang mencapai 35.936 orang dari 34 Polda dan 403 Polres sebagai bukti bahwa e-sports telah bertransformasi. Menurutnya, dunia game yang dulu dipandang sebelah mata kini menjelma jadi cabang olahraga bergengsi, bahkan berpotensi mengharumkan nama bangsa di panggung internasional.
 
"Saya melihat bahwa perkembangan dari esport ini sangat luar biasa. Dulu yang kita anggap ini sebagai suatu permainan, namun ternyata perlahan namun pasti ini tidak hanya berkembang menjadi suatu olahraga nasional, bahkan juga sudah beranjak kepada olahraga internasional. Dan pesertanya pun ternyata sangat-sangat besar," ujarnya.
 
Tak berhenti di situ, Kapolri menantang jajarannya untuk menggenjot skala kompetisi ini di tahun mendatang lewat penyelenggaraan rutin di tingkat kewilayahan, dengan target peserta melonjak sepuluh kali lipat.
 
"Saya sampaikan dengan jumlah penggemar yang sangat luar biasa ini, pertanyaannya: bisa enggak tahun ini 35.936, tahun depan kali 10?" tantang Kapolri.
 
Di luar aspek kompetisi, Kapolri menitipkan peran baru bagi peserta sebagai Duta Kamtibmas - garda depan yang diharapkan mengajak sesama generasi muda menjauhi tawuran, balap liar, dan vandalisme, sekaligus mendorong mereka menekuni kegiatan yang lebih produktif.
 
Ia juga mewanti-wanti soal ancaman di ruang digital, mulai dari hoaks, ujaran kebencian, radikalisme, perundungan, judi online, hingga penyalahgunaan narkoba, yang menurutnya kerap menyasar anak muda tanpa disadari.
 
"Saya menitip pesan karena di dunia maya ini banyak sekali disalahgunakan. Baik untuk kegiatan-kegiatan negatif, apakah itu judi online, apakah itu game-game yang kemudian membahayakan generasi muda, dan juga model-model penipuan. Tolong bantu para Duta Kamtibmas ini untuk menginformasikan kepada teman-temannya yang ini berbahaya. Bila perlu, laporkan ke Pak Polisi," tegasnya.
 
Kapolri mendorong sinergi antara Polri, komunitas e-sports, dan platform digital untuk bersama-sama mencegah kejahatan siber, serta mengajak masyarakat aktif melapor lewat kanal pengaduan Polri, termasuk layanan 110 dan Patroli Siber.
 
Sepanjang penyelenggaraannya, E-Sports Kapolri Cup 2026 menghadirkan beragam kompetisi mulai dari Mobile Legends, Capture The Flag (CTF), Cosplay, Influencer Hunt, Trading Card Game, hingga Youth Movement - ruang yang dinilai Kapolri mampu mengasah kreativitas sekaligus literasi digital generasi muda.
 
"Dengan melihat pertunjukan-pertunjukan yang ada, bagaimana tadi ditampilkan robotik, kemudian IoT, AI, saya yakin bahwa generasi-generasi kita betul-betul siap untuk mengisi dan menunjukkan bahwa kalian semua mampu untuk mengantarkan Indonesia ini menjadi generasi-generasi terbaik menuju visi Indonesia Emas 2045," pungkasnya.
 
Rangkaian E-Sports Kapolri Cup 2026 resmi ditutup Kapolri pada Minggu (9/8/2026) malam.
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas