SekdaTV
sekdatv.
com, BALIKPAPAN - Dugaan percobaan penculikan terhadap seorang anak di Balikpapan memperlihatkan pola pendekatan pelaku yang dimulai dari interaksi sederhana di ruang publik.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (23/3/2026) malam di kawasan Jalan Inpres 3, saat korban dihentikan oleh pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor dan berpura-pura menanyakan arah.
Setelah membuka helm dan menutupi wajah dengan masker hitam, pelaku mengajak korban ikut dengan alasan meminta bantuan.
Korban menolak dan berhasil melarikan diri sebelum sempat dibawa.
Kejadian ini kemudian ditanggapi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Balikpapan sebagai bentuk pola yang perlu diwaspadai.
Pelaksana Tugas Kepala DP3AKB Balikpapan, Nursyamsiarni D. Larose, menyebut bahwa pendekatan dengan modus sederhana seperti meminta bantuan merupakan salah satu bentuk yang kerap digunakan.
Di sisi lain, DP3AKB juga menyiapkan langkah penanganan bagi korban.
“Korban dapat menghubungi UPTD PPA untuk mendapatkan pendampingan psikologis,” ujarnya.
Pendampingan tersebut ditujukan untuk membantu pemulihan kondisi anak yang mengalami trauma atau syok setelah kejadian.
Selain penanganan, DP3AKB juga melakukan upaya pencegahan melalui edukasi yang menjangkau masyarakat hingga tingkat RT, keluarga, dan sekolah.
Sosialisasi tersebut dilakukan secara rutin setiap tahun melalui berbagai program.
Dalam catatan DP3AKB, kasus kekerasan terhadap anak sebelumnya juga pernah terjadi di Balikpapan.
Dalam salah satu kejadian, seorang anak perempuan sempat dibawa oleh oknum petugas keamanan dan hampir menjadi korban kekerasan seksual sebelum berhasil melarikan diri. Pelaku dalam kasus tersebut telah ditangkap.
DP3AKB menekankan pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak, terutama pada malam hari.
“Jika anak keluar malam hari, sebaiknya didampingi orang tua atau orang dewasa. Pada dasarnya malam hari bukan waktu anak berada di luar rumah,” katanya.
Di tingkat lingkungan, peran RT dan masyarakat juga dinilai penting dalam mendukung perlindungan anak, melalui struktur seperti PPA RT dan PPATBM di kelurahan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem perlindungan anak berbasis masyarakat di Balikpapan.