SekdaTV.Com, SAMARINDA – Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Aisyiyah Samarinda memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Dr. dr. Virdy Kurniawan, Sp.Og., MMR., AIFO-K, yang resmi dilantik sebagai Direktur RSIA Aisyiyah Samarinda masa bakti 2026-2030.
Pelantikan berlangsung di Aula Gedung E Lantai 4 Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Samarinda, Minggu (16/8/2026). Kegiatan tersebut dirangkai dengan Wisuda Senior School Aisyiyah Husnul Khatimah.
Dalam kepemimpinannya, Virdy menyiapkan transformasi RSIA Aisyiyah agar ke depan tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak. Mulai tahun depan, rumah sakit tersebut diarahkan untuk berkembang menjadi rumah sakit umum dengan menambah sejumlah layanan kesehatan, di antaranya penyakit dalam dan bedah.
"PR saya ke depan adalah mengubah image Aisyiyah, dari Rumah Sakit Ibu dan Anak menjadi rumah sakit umum. Jadi bukan hanya melayani ibu dan anak, ada penyakit dalam, ada bedah yang akan menjadi layanan tambahan," ujar Virdy.
Ia mengakui, transformasi tersebut bukan pekerjaan mudah. Sejumlah tantangan harus dihadapi, terutama keterbatasan keuangan serta kondisi lokasi rumah sakit yang sudah cukup padat sehingga ruang untuk pengembangan fisik menjadi terbatas.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk berhenti melakukan pembenahan. Manajemen akan berupaya mengoptimalkan sumber daya yang tersedia agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.

"Dengan semua keterbatasan itu kita coba optimalkan. Bagaimana caranya pelayanan tetap bisa berjalan dan masyarakat tetap bisa terlayani dengan baik," katanya.
Selain memperluas jenis layanan, Virdy menegaskan identitas RSIA Aisyiyah sebagai rumah sakit dengan konsep Islami tetap menjadi bagian penting yang harus dipertahankan. Menurutnya, RSIA Aisyiyah memiliki sejarah panjang karena telah berdiri sejak 1967. Keberadaan rumah sakit tersebut menjadi bagian dari perjalanan pelayanan kesehatan berbasis nilai-nilai Islam di Samarinda.
"Rumah sakit ini sudah berdiri dari tahun 1967. Rumah sakit Islam yang konsepnya Islami dan masih bertahan sampai sekarang. Ini harus tetap dipertahankan selama-lamanya," tegasnya.
Ia menilai konsep pelayanan Islami menjadi salah satu kekuatan RSIA Aisyiyah. Bahkan, rumah sakit tersebut memiliki masyarakat yang loyal dan terus memberikan kepercayaan terhadap pelayanan yang diberikan. Karena itu, transformasi menjadi rumah sakit umum nantinya tidak berarti menghilangkan karakter Islami yang telah melekat selama puluhan tahun.
"Kita sebagai umat Muslim ingin warga Muslim juga punya tempat yang layak untuk berobat. Nama baik dan konsep Islami ini harus tetap dipertahankan," ujarnya.
Dengan kepemimpinan baru periode 2026-2030, Virdy berharap RSIA Aisyiyah Samarinda mampu menghadirkan layanan kesehatan yang semakin lengkap dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Transformasi menjadi rumah sakit umum diharapkan dapat menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat, sekaligus menjaga eksistensi RSIA Aisyiyah sebagai rumah sakit yang memiliki sejarah panjang dan identitas Islami.