24 Okt 2026

Forkogakum Apresiasi Gebrakan Kapolri Berantas Narkoba, Sebut Pengungkapan Lab Sabu Pidie dan Ketamin Belawan Wujud Polri Bersama Masyarakat

noeh21
Ketua Umum Forum Koordinasi Penegakan Hukum (Forkogakum), Dr. Tasrif M. Saleh, SH., MH.,
      
SekdaTV.Com || Jakarta – Ketua Umum Forum Koordinasi Penegakan Hukum (Forkogakum), Dr. Tasrif M. Saleh, SH., MH., mengapresiasi langkah tegas Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memperkuat pemberantasan peredaran narkoba di berbagai wilayah Indonesia. Menurutnya, langkah itu menjadi sinyal kuat bahwa Polri menempatkan perlindungan masyarakat dan pemberantasan narkotika sebagai prioritas penegakan hukum.
 
Apresiasi tersebut, kata Tasrif, sejalan dengan visi Polri Bersama Masyarakat yang diusung Jenderal Suyudi sejak menjabat Kapolri. Visi itu menempatkan kepolisian bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga institusi yang hadir di tengah masyarakat, merespons keresahan publik, dan membangun rasa aman lewat tindakan nyata seperti pemberantasan narkoba.
 
"Gebrakan pemberantasan narkoba Kapolri Jenderal Suyudi sebagai wujud kongkret Visi Polisi Bersama Masyarakat. Karena peredaran narkoba bukan sekadar persoalan tindak pidana, melainkan ancaman terhadap keselamatan masyarakat, masa depan generasi muda, dan ketahanan sosial bangsa," kata Tasrif dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/10/2026).
 
Operasi gabungan lintas instansi
 
Akademisi Universitas Jaya Baya itu menyebut Polri saat ini intens menggelar operasi gabungan lintas instansi. Pekan ini, Polri bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, unsur kepolisian perairan, serta Polda Sumatera Utara menggagalkan penyelundupan 1,16 ton ketamin oleh kapal MT Global 168 di Belawan, Sumatera Utara.
 
Beberapa hari kemudian, tim gabungan BNN, Polri, dan Bea Cukai membongkar sebuah ruko di Kabupaten Pidie, Aceh, yang dijadikan laboratorium gelap (clandestine laboratory) pembuatan sabu. Tim menyita alat produksi serta 1,2 ton sabu berbentuk cair dan kristal.
 
"Kado terindah" untuk pemerintahan Prabowo
 
Dalam konferensi pers di Medan, Jumat (23/10/2026), Kapolri Suyudi menyebut keberhasilan itu sebagai kado dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
 
"Ini kado terindah 2 tahun pemerintahan Bapak Prabowo," kata Suyudi.
 
Tasrif menilai keberhasilan ini menunjukkan pentingnya koordinasi lintas lembaga dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika.
 
"Bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, pengungkapan ini menjadi contoh pentingnya koordinasi lintas lembaga dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika. Tantangan berikutnya adalah memastikan keberhasilan operasi laut diikuti penguatan pengawasan jalur penyelundupan, penelusuran jaringan internasional, dan pencegahan peredaran narkotika di dalam negeri," pungkasnya.
 
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas