28 Mar 2026 | Dilihat: 1112 Kali

Harga Cabai Bergejolak, Disdag Soroti Gangguan Produksi hingga Distribusi

noeh21
Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar
      
SekdaTV sekdatv.com BALIKPAPAN - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan menyoroti gangguan pada rantai pasok sebagai penyebab utama gejolak harga cabai yang terjadi menjelang hingga pasca-Lebaran 2026.
 
Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar, mengatakan fluktuasi harga tidak lepas dari tekanan di sisi produksi yang berdampak langsung pada distribusi ke daerah.
 
“Pemantauan dilakukan hampir setiap hari,” ujarnya.
 
Ia menjelaskan, curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir memicu gagal panen di daerah sentra produksi. Kondisi tersebut membuat pasokan berkurang sebelum sampai ke pasar.
 
“Cuaca ekstrem memicu gagal panen, menurunkan produksi, dan menghambat distribusi dari daerah asal,” jelasnya.
 
Di tengah kondisi pasokan yang terganggu, permintaan justru meningkat signifikan menjelang Ramadan dan Lebaran. Ketidakseimbangan ini mendorong harga naik dalam waktu relatif singkat.
 
“Permintaan naik saat hari besar, sementara pasokan terbatas karena belum masuk masa panen,” ungkapnya.
 
Data Survei Pemantauan Harga (SPH) Minggu IV Maret 2026 Bank Indonesia mencatat inflasi sebesar 0,33 persen (mtm), melanjutkan tren Februari yang mencapai 0,75 persen.
 
Cabai tercatat sebagai salah satu komoditas penyumbang inflasi, bersama bawang merah, cabai rawit, ikan bandeng, dan minyak goreng. Sementara beberapa komoditas seperti daging ayam ras, sawi hijau, wortel, emas perhiasan, dan beras mengalami deflasi.
 
Disdag menilai stabilitas harga ke depan sangat bergantung pada pemulihan produksi di daerah sentra serta kelancaran distribusi. Selama kedua faktor tersebut belum sepenuhnya pulih, potensi fluktuasi harga masih akan terjadi.
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas