SekdaTV
sekdatv.
com, BALIKPAPAN - Tekanan harga di Balikpapan belum benar-benar mereda meski periode Lebaran telah lewat. Data terbaru Bank Indonesia menunjukkan inflasi masih terjadi, dengan komoditas pangan sebagai penyumbang utama.
Berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) Minggu IV Maret 2026, inflasi tercatat sebesar 0,33 persen (month to month/mtm). Angka ini melanjutkan tren Februari yang lebih tinggi, yakni 0,75 persen (mtm).
Bank Indonesia mencatat, tekanan harga tersebut masih didominasi oleh kelompok bahan pangan, terutama komoditas hortikultura yang sensitif terhadap pasokan.
“Komoditas seperti cabai dan bawang masih menjadi penyumbang utama inflasi pada periode ini,” sebagaimana tergambar dalam hasil pemantauan harga mingguan.
Dalam rincian data, cabai kembali masuk dalam daftar komoditas yang mendorong inflasi, bersama bawang merah, cabai rawit, ikan bandeng, dan minyak goreng.
Kenaikan harga komoditas ini tidak lepas dari faktor musiman. Permintaan meningkat saat Ramadan dan Lebaran, sementara pasokan belum sepenuhnya pulih.
Kondisi tersebut membuat harga komoditas pangan bergerak naik secara bersamaan dalam waktu relatif singkat.
Di tengah tekanan tersebut, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga dan menahan laju inflasi.
Beberapa di antaranya adalah daging ayam ras, sawi hijau, wortel, emas perhiasan, dan beras.
Bank Indonesia mencatat, kestabilan pasokan dan distribusi menjadi faktor utama yang menjaga harga komoditas tersebut tetap terkendali.
“Sejumlah komoditas mencatat deflasi sehingga membantu menahan tekanan inflasi secara keseluruhan,” demikian hasil pemantauan yang dirilis.
Secara tren, inflasi sempat meningkat di awal tahun, kemudian melandai, namun kembali menunjukkan tekanan menjelang Maret.
Hal ini menunjukkan pola musiman masih menjadi faktor dominan dalam pergerakan harga, terutama pada komoditas pangan.
Dengan kondisi pasokan yang belum sepenuhnya pulih dan masa panen yang belum merata di daerah sentra, tekanan harga diperkirakan masih berpotensi terjadi dalam jangka pendek.