02 Feb 2026 | Dilihat: 1168 Kali

Jelang Ramadan - dulfitri, Disdag Balikpapan Pastikan Ketersediaan Bahan Pangan Terkendali

noeh21
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan, Haemusri Umar
      
Sekda TV sekdatv.com, Balikpapan - Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan IdulFitri, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan memastikan ketersediaan bahan pangan tetap dalam kondisi aman dan stabil.
 
Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar menyebutkan bahwa pasokan sejumlah komoditas utama seperti beras, daging ayam, telur dan daging cukup tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
 
Namun demikian, ia mengingatkan adanya potensi kenaikan harga pada beberapa komoditas tertentu seiring meningkatnya permintaan menjelang Ramadan dan Idulfitri. 
 
"Dalam rangka hari besar keagamaan nasional Ramadan dan Idul Fitri pergerakan komoditas pangan itu kalau menurut dinas perdagangan cukup stabil ya. Hanya beberapa komoditas pangan, khususnya untuk bumbu-bumbuan itu yang relatif agak naik, seperti cabai, cabai keriting, bawang, tomat ini agak naik," jelas Haemusri saat diwawancarai di kantornya, Senin (2/2/2026).
 
Untuk menekan potensi lonjakan harga yang lebih tinggi, Disdag Balikpapan mengimbau para pelaku usaha pangan, khususnya produsen dan distributor, dapat mematuhi harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. 
 
Ketentuan tersebut, kata Haemusri, mengacu pada kesepakatan di tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga kebijakan yang dirilis oleh Badan Pangan Nasional.
 
"Sekarang ini 'kan sudah ada surat-surat edaran dari Badan Pangan Nasional terkait para pelaku usaha yang bergerak di bidang produsen pangan. Kami berharap mereka bisa menyesuaikan harga ecaran tertinggi yang sudah di sepakati, khususnya untuk para distributor yang melakukan aktivitas kegiatan usahanya selama hari besar keagamaan Ramadan dan Idul Fitri," ujarnya.
 
Lebih lanjut, Haemusri menerangkan, terkait kesiapan stok dan kelancaran distribusi bahan pangan menjelang ramadan, Disdag Balikpapan terus memperkuat koordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), khususnya dalam menjaga ketersediaan komoditas bumbu-bumbuan. 
 
Selain itu, komunikasi juga dilakukan dengan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Balikpapan guna memastikan pasokan pangan strategis tetap aman.
 
Ia menyebutkan, meski produksi pangan lokal Balikpapan baru mampu menyuplai sekitar 10 persen dari kebutuhan, kontribusi tersebut tetap membantu menjaga stabilitas pasokan. 
 
"Produksi pangan di Balikpapan ini juga ada walaupun hanya sekitar 10 persen dari ketersediaan, tapi itu juga bisa membantu. Selain komunikasi denganTPID dan DKP3, kami juga komunikasi dengan distributor yang ada di Balikpapan khususnya yang bergerak di bidang pangan. Ya, mudah-mudahan menjelang Ramadan dan Idul Fitri ini bisa tersedia dengan baik," tutupnya.
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas