28 Sep 2026

Kabut Asap Selimuti Balikpapan, DLH: Kualitas Udara Masih Kategori Sedang, Belum Berbahaya

noeh21
Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana
      
SekdaTV.Com || BALIKPAPAN — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Timur. Di Kota Balikpapan, kondisi tersebut membuat langit tampak berkabut dan lebih pekat, terutama pada pagi hari.
 
Meski jarak pandang terlihat dipengaruhi kabut asap, aktivitas masyarakat di Balikpapan hingga Senin (28/9/2026) masih berlangsung normal. Kegiatan belajar mengajar di sekolah serta aktivitas perkantoran juga belum mengalami perubahan.
 
Dipantau Real Time Lewat Dua Perangkat AQMS
 
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan memastikan kondisi kualitas udara terus dipantau secara berkala menggunakan Air Quality Monitoring System (AQMS) yang bekerja secara real time selama 24 jam.
 
Kepala DLH Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana mengatakan, pihaknya memiliki dua perangkat AQMS yang ditempatkan di lokasi berbeda untuk memantau kondisi udara di wilayah kota.
 
"Berdasarkan alat yang kita pasang di dua tempat, yaitu di kantor DLH dan di Balikpapan Baru, kondisi kualitas udara memang sedang. Kita pantau secara real time," kata Sudirman.
 
Kualitas Udara Kategori Sedang, Belum Membahayakan
 
Menurut dia, hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara Balikpapan saat ini masih berada pada kategori sedang. Kondisi tersebut berarti kualitas udara belum masuk dalam kategori yang membahayakan masyarakat secara umum.
 
"Artinya, secara kualitas udara belum berbahaya," ujarnya.
 
Sudirman mengatakan, pemantauan kualitas udara menjadi penting di tengah kondisi kabut asap yang masih terlihat di sejumlah wilayah Kalimantan Timur. Perubahan konsentrasi polutan dapat terjadi seiring kondisi cuaca dan sumber asap dari kebakaran hutan dan lahan.
 
Data Bisa Diakses Lewat Aplikasi
 
Karena itu, DLH terus memantau perkembangan kualitas udara melalui perangkat AQMS yang tersedia. Data hasil pemantauan tersebut juga dapat diakses masyarakat melalui aplikasi pemantauan kualitas udara.
 
"Masyarakat bisa mengunduh aplikasi pemantauannya di Playstore," ucap Sudirman.
 
Ia mengimbau masyarakat tetap memperhatikan kondisi udara, khususnya ketika kabut asap terlihat semakin pekat. Warga juga diminta memperhatikan kondisi kesehatan apabila mengalami keluhan setelah melakukan aktivitas di luar ruangan.
 
Paparan udara dengan kualitas yang menurun dapat memicu gangguan kesehatan, antara lain iritasi mata serta keluhan pada saluran pernapasan. Karena itu, pemantauan kualitas udara dilakukan untuk mengetahui perubahan kondisi secara lebih cepat.
 
DLH Balikpapan memastikan pemantauan akan terus dilakukan untuk melihat perkembangan kualitas udara di sejumlah titik. Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara selama kondisi kabut asap masih terjadi.
 
Hingga Senin (28/9/2026), aktivitas masyarakat di Balikpapan masih berjalan seperti biasa dan belum ada perubahan terhadap kegiatan sekolah maupun perkantoran akibat kondisi udara tersebut.
 
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas