26 Okt 2026

Kasus ISPA di Balikpapan Turun, Dinkes: Kesadaran Warga Pakai Masker Meningkat

noeh21
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Balikpapan, Alwiati
      
SekdaTV.Com || Balikpapan – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Balikpapan menurun di tengah kualitas udara yang masih naik turun.
 
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Balikpapan, Alwiati, mengatakan hingga Oktober 2026 tercatat 6.157 kasus ISPA. Angka itu lebih rendah dibandingkan September yang mencapai sekitar 7.772 kasus.
 
Menurut Alwiati, belum ada peningkatan kasus ISPA yang signifikan, meski indeks standar pencemar udara (ISPU) di Balikpapan sempat berada pada level mengkhawatirkan.
 
"Alhamdulillah di Kota Balikpapan, walaupun kita lihat data ISPU mengalami situasi naik turun, namun ini tidak diikuti dengan peningkatan kasus ISPA," kata Alwiati, Senin (26/10/2026).
 
Ia menilai penurunan itu tak lepas dari meningkatnya kesadaran warga menjaga kesehatan. Masyarakat mulai menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta lebih memperhatikan penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
 
"Artinya masyarakat di Kota Balikpapan sudah menyadari dengan adanya ISPU ini. Masyarakat sudah melakukan perilaku hidup bersih dan sehat sehingga kasus ISPA tidak meningkat," ujarnya.
 
Dampak Positif PJJ
 
Dinkes juga menilai kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama periode kualitas udara memburuk berdampak positif bagi kesehatan, khususnya anak-anak. Pembatasan aktivitas anak di luar ruangan menjadi salah satu upaya mengurangi paparan polusi udara.
 
"Penggunaan masker juga sangat diharapkan. Sumbangsih dari adanya PJJ selama masa ISPU yang tinggi juga memberikan dampak yang baik bagi kesehatan, terutama pada anak-anak kita," katanya.
 
Imbauan Masker untuk Semua Kelompok
 
Kelompok rentan seperti lanjut usia diimbau memakai masker saat harus beraktivitas di luar rumah. Dinkes juga mengingatkan kelompok usia produktif agar tidak mengabaikan masker karena masih banyak yang beraktivitas di luar ruangan.
 
Alwiati turut mengimbau perusahaan di Balikpapan membantu perlindungan masyarakat, salah satunya dengan menyediakan masker.
 
"Kami mengimbau perusahaan-perusahaan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat, dalam hal ini bantuan masker, supaya masyarakat lebih disiplin menggunakan masker, terutama pada saat di luar ruangan," ujarnya.
 
Warga Diminta Segera Berobat
 
Dinkes meminta warga yang bergejala ISPA tidak menunda pemeriksaan. Menurut Alwiati, pelayanan ISPA dapat ditanggung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan BPJS Kesehatan, sehingga warga bisa langsung ke puskesmas atau rumah sakit.
 
"Kalau ada yang merasa sakit, silakan langsung ke fasilitas kesehatan menggunakan kartu BPJS atau kartu JKN-nya untuk berobat," kata Alwiati.
 
Langkah itu penting agar gejala tidak berkembang menjadi kondisi lebih berat, terutama pneumonia. Dinkes belum menemukan kasus pneumonia maupun kematian terkait peningkatan ISPA akibat kualitas udara.
 
"Belum, alhamdulillah. Belum ada juga kasus kematian," ujar Alwiati.
 
Dinkes tetap meminta warga tidak lengah: memakai masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat udara memburuk, dan segera memeriksakan diri bila muncul gejala pernapasan.
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas