Sekda TV
sekdatv.
com, Balikpapan - Kinerja intermediasi perbankan di Wilayah Kerja KPwBI Balikpapan yang mencakup Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Paser pada tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan lebih tinggi dibanding tahun 2024.
Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi melalui siaran pers, menyampaikan bahwa menguatnya realisasi pertumbuhan kredit tersebut menjadi sinyal positif dan pendorong pertumbuhan ekonomi daerah, di tengah dinamika perekonomian global yang masih menghadapi ketidakpastian.
"Kredit gabungan di Wilayah Kerja KPwBI Balikpapan pada 2025 tercatat sebesar Rp41,68 triliun, atau tumbuh sebesar 19,62 persen (yoy), lebih tinggi dibanding penyaluran kredit tahun 2024 yang turun sebesar 7,05 persen (yoy), atau tercatat Rp34,84 triliun," terangnya.
Ia mengatakan, kuatnya pertumbuhan kredit tersebut menunjukkan fungsi intermediasi perbankan yang terus berjalan secara optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Kondisi tersebut juga mengindikasikan positifnya prospek perkembangan usaha di Wilayah Balikpapan, PPU dan Paser, sehingga menjadi sinyal positif bagi perbankan untuk merealisasikan penyaluran kreditnya secara optimal.
Solidnya pertumbuhan kredit tersebut juga didukung oleh kualitas kredit yang tetap terjaga.
"Non-Performing Loan (NPL) kredit perbankan pada tahun 2025 tercatat sebesar 2,25 persen, meski sedikit meningkat dari tahun 2024 sebesar 2,10 persen PP, namun masih dapat terjaga di bawah batas yang disyaratkan (5 persen)," jelasnya.
Bila dianalisis lebih lanjut, berdasarkan jenis penggunaannya, pertumbuhan kredit tersebut terutama didorong oleh kredit investasi yang tumbuh sebesar 72,21 persen (yoy) atau tercatat Rp16,78 triliun, sejalan terus berjalannya proyek industri hilirisasi dan optimisme pelaku usaha terhadap prospek ekonomi ke depan, sehingga mendorong meningkatnya alokasi anggaran untuk investasi.
"Penguatan pertumbuhan kredit tersebut juga didukung oleh pertumbuhan kredit konsumsi yang tetap kuat, tercatat tumbuh sebesar 7,33 persen (yoy), dengan nominal sebesar Rp14,47 triliun, meski tidak setinggi pertumbuhan tahun sebelumnya yang sebesar 13,85 persen (yoy), dengan nilai nominal sebesar Rp13,48 triliun," paparnya.
Lebih lanjut, pembiayaan perbankan di Wilayah Kerja KPwBI Balikpapan masih didominasi oleh pembiayaan untuk aktivitas usaha, baik melalui kredit investasi maupun modal kerja dengan pangsa sebesar 65,29 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar 61,31 persen.
Sementara itu, 34,71 persen terserap untuk kredit konsumsi, baik berupa kredit pemilikan perumahan, kendaraan, kredit multiguna, maupun jenis kredit konsumsi lainnya.
Dari sisi Lapangan Usaha (LU), kredit perbankan di Wilayah Kerja KPwBI Balikpapan pada tahun 2025 terfokus terutama pada LU Konstruksi, LU Perdagangan, dan LU Pertanian.
Pangsa LU tersebut masing-masing tercatat sebesar 18,97 persen (LU Konstruksi), 13,41 persen (LU Perdagangan), dan 12,75 persen (LU Pertanian).
"Dominasi ketiga LU tersebut dalam menyerap kredit perbankan tidak jauh berbeda dibanding tahun 2024," kata Robi.
Struktur penyaluran kredit tersebut sejalan dengan struktur perekonomian di Wilayah Kerja KPwBI Balikpapan, dengan kota Balikpapan sebagai pusat aktivitas perdagangan, sementara PPU dan Paser sebagai sentra pertanian.
Selanjutnya, bila ditinjau lebih dalam, khususnya terkait dengan penyaluran kredit UMKM. Penyaluran kredit untuk pelaku usaha kategori UMKM tercatat sebesar Rp12,85 triliun, relatif stabil dibandingkan tahun 2024 dengan nilai nominal yang sebesar Rp12,95 triliun.
Adapun tujuan penggunaan masih didominasi oleh modal kerja (53,7 persen), sementara investasi tercatat sebesar 46,3 persen.
Struktur pembiayaan kredit UMKM masih didominasi oleh kredit kategori kecil dan mikro yang masing-masing pangsanya tercatat sebesar 38,71 persen dan 37,59 persen, sementara kredit kategori menengah pangsanya tercatat sebesar 23,70 persen. Struktur kredit UMKM tersebut relatif masih sama dengan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan yang tetap kuat pada kredit UMKM tersebut juga didukung oleh upaya perbankan untuk tetap menjaga kualitas kredit, sehingga NPL untuk kredit UMKM tetap terjaga di bawah 5 persen.
Sejalan dengan terjaganya pertumbuhan kredit perbankan di Wilayah Kerja KpwBI Balikpapan tersebut, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan pada tahun 2025 juga relatif terjaga.
DPK tercatat tumbuh sebesar 1,85 persen (yoy), dengan nilai nominal sebesar Rp52,88 triliun, melambat dibandingkan dengan pertumbuhan tahun 2024 yang tumbuh sebesar 6,02 persen (yoy) dengan nominal Rp51,92 triliun.
Sementara, dari sisi strukturnya, DPK perbankan di Wilayah Kerja KPwBI Balikpapan masih didominasi oleh tabungan (49,12 persen), selanjutnya giro (34,86 persen), dan deposito (16,02 persen). Struktur DPK tersebut relatif sama dan tidak jauh berbeda bila dibandingkan dengan tahun 2024.