20 Mei 2026 | Dilihat: 1176 Kali

KKT Perkuat Logistik Melalui Modernisasi Peralatan Terminal

noeh21
      
SekdaTV.Com, BALIKPAPAN - Aktivitas logistik di Kalimantan Timur terus bergerak mengikuti perkembangan kawasan industri dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Di tengah perubahan itu, manajemen PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) terus mengambil langkah untuk menjaga kelancaran distribusi barang dan meningkatkan efisiensi pelayanan pelabuhan.
 
Hal itu terlihat saat manajemen Kaltim Post Group yang dipimpin Direktur Erwin Dede Nugroho berkunjung ke PT Kaltim Kariangau Terminal, Selasa (19/5). Rombongan diterima Direktur Operasi dan Teknik KKT Sulaeman Hattase bersama Manajer Operasi dan Komersial Jefri Rumbino serta Manajer Teknik Akbar Hidayat.
 
Pertemuan berlangsung hangat dengan pembahasan berbagai isu strategis, mulai dari perkembangan aktivitas logistik di wilayah penyangga IKN hingga tantangan infrastruktur jalan menuju kawasan pelabuhan.
 
KKT tetap memegang peran penting sebagai salah satu simpul logistik utama di Kalimantan Timur. Keberadaan terminal dinilai mampu membantu mengurai kepadatan arus bongkar muat yang selama ini menjadi tantangan di sektor kepelabuhanan.
 
Direktur Operasi dan Teknik KKT Sulaeman Hattase mengatakan pihaknya terus berupaya menjaga kualitas pelayanan agar distribusi logistik tetap berjalan lancar dan efisien.
 
"Kami terus melakukan penyesuaian dan penguatan operasional agar pelayanan tetap optimal. KKT hadir bukan hanya sebagai terminal, tetapi juga bagian penting dalam mendukung rantai logistik di Kalimantan Timur," ucapnya.
 
Selain membahas perkembangan aktivitas logistik, pihak KKT juga menyoroti kondisi akses jalan menuju kawasan terminal. Jalan di area KKT dinilai sudah tertata rapi dan mendukung kelancaran operasional kendaraan logistik. Namun, kondisi di beberapa ruas jalan menuju kawasan terminal masih mengalami kerusakan.
 
"Kondisi jalan di luar kawasan tentu menjadi perhatian bersama karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kelancaran distribusi barang. Kami berharap ada solusi bersama agar aktivitas transportasi barang tetap tertib," kata Sulaeman.
 
Di sisi lain, KKT juga terus melakukan modernisasi peralatan untuk meningkatkan produktivitas terminal. Salah satu langkah terbaru adalah investasi alat bongkar muat berupa side loader yang dirancang untuk mendukung efisiensi penanganan petikemas, khususnya container empty atau petikemas kosong.
 
Saat ini, pergerakan container empty menjadi salah satu aktivitas paling dominan di area terminal. Perpindahan antarblok di dalam container yard harus dilakukan secara cepat dan presisi untuk menjaga optimalisasi ruang penumpukan sekaligus memastikan kelancaran arus logistik.
 
Kondisi itu mendorong kebutuhan terhadap peralatan yang lebih adaptif di tengah tingkat kepadatan operasional yang semakin tinggi. Kehadiran side loader menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat kapasitas layanan logistik.
 
"Investasi ini kami lakukan untuk menjawab kebutuhan operasional yang terus berkembang. Aktivitas container empty cukup tinggi sehingga diperlukan alat yang mampu bekerja cepat, fleksibel, dan presisi," jelasnya.
 
Side loader adalah alat yang dirancang untuk mengangkat dan memindahkan petikemas dari sisi samping kendaraan. Dalam operasionalnya, alat tersebut memiliki dua fungsi utama: lifting dan shifting.
 
Fungsi lifting mencakup proses lift on - mengangkat petikemas ke moda transportasi lain - serta lift off, yakni menurunkan petikemas dari moda sebelumnya. Sementara fungsi shifting memungkinkan pemindahan petikemas dari satu titik ke titik lain di dalam area terminal.
 
Kemampuan itu menjadikan side loader efektif digunakan pada area dengan tingkat kepadatan tinggi, terutama untuk pergerakan petikemas jarak pendek. Kombinasi fungsi lifting dan shifting membuat distribusi container empty berlangsung lebih cepat, terarah, dan minim hambatan.
 
Menurut Sulaeman, pengelolaan petikemas kosong yang efisien berdampak besar terhadap keseluruhan rantai logistik. Jika tidak dikelola dengan baik, penumpukan container empty dapat menghambat arus barang dan menurunkan produktivitas terminal.
 
"Efisiensi penanganan petikemas kosong sangat penting karena berkaitan langsung dengan kelancaran operasional terminal secara keseluruhan. Dengan dukungan alat baru ini, kami berharap proses distribusi menjadi lebih cepat dan optimal," ujarnya.
 
Ia menegaskan bahwa investasi tersebut juga merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas pelayanan kepada pengguna jasa, khususnya dalam hal kecepatan dan ketepatan waktu distribusi barang.
 
"Kami ingin memastikan pelayanan tetap kompetitif dan mampu menjawab kebutuhan pelanggan. Modernisasi alat menjadi salah satu langkah penting agar KKT terus berkembang sebagai terminal logistik yang andal," pungkasnya.
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas