Sekda TV
sekdatv.
com, Balikpapan - Olahraga padel mengalami pertumbuhan cepat di Kota Balikpapan dalam beberapa bulan terakhir seiring bertambahnya fasilitas lapangan dan meningkatnya aktivitas komunitas.
Salah satu penggerak perkembangan padel di kota ini, Adam Dustin Bhakti, menyebut pertumbuhan tersebut berlangsung secara alami, tanpa program khusus sejak awal.
Menurut pria yang akrab disapa Adam itu, minat masyarakat mulai meningkat setelah lapangan padel pertama dibuka di kawasan Jenebora sekitar tiga hingga empat bulan lalu.
"Padel mulai benar-benar tumbuh setelah ada lapangan di Balikpapan. Antusiasmenya langsung terasa," katanya saat diwawancara, Jumat (20/2/2026).
Sebelum fasilitas tersedia di Balikpapan, sebagian warga bahkan harus pergi ke Samarinda untuk bermain padel. Kehadiran lapangan lokal kemudian memicu bertambahnya jumlah pemain sekaligus investasi fasilitas baru.
Adam menjelaskan bahwa tingginya minat masyarakat mendorong pelaku usaha membangun lapangan tambahan, termasuk mengalihfungsikan sejumlah lapangan futsal menjadi lapangan padel.
"Ketika peminatnya banyak, otomatis fasilitas ikut berkembang. Itu berjalan beriringan," sebutnya.
Saat ini, aktivitas bermain padel berlangsung sejak pagi hingga malam hari dengan tingkat keterisian lapangan yang tinggi.
Selain fasilitas, Adam menilai kekuatan utama padel terletak pada komunitas yang terbentuk secara cepat. Olahraga ini dimainkan secara berpasangan sehingga mendorong interaksi sosial antar pemain dari berbagai latar belakang.
Ia mencatat partisipasi pemain perempuan juga cukup tinggi, dengan komposisi yang hampir seimbang dalam sejumlah kegiatan komunitas dan kompetisi.
Perkembangan padel di Balikpapan turut ditandai dengan penyelenggaraan berbagai kegiatan komunitas, termasuk turnamen berskala kota yang melibatkan ratusan peserta.
Adam yang juga menjabat Ketua Umum HIPMI Balikpapan menyebut kegiatan tersebut mendapat dukungan dari KONI Balikpapan sebagai bagian dari upaya pengembangan olahraga baru di daerah.
Disamping itu, ia terus mendorong pembentukan organisasi resmi padel agar pembinaan atlet dapat dilakukan secara lebih terstruktur.
"Kalau sudah terorganisasi, pembinaan bisa lebih jelas dan terarah," pungkasnya.