23 Okt 2026

Pemkot Balikpapan Pastikan Stok Pangan Aman, Waspadai Dampak El Nino pada Harga Beras dan Cabai

noeh21
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan, Haemusri Umar
      
SekdaTV.Com || Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memastikan ketersediaan sejumlah kebutuhan pokok masih aman. Meski begitu, pemerintah tetap mewaspadai potensi kenaikan harga pangan akibat musim kemarau dan fenomena El Nino yang dapat memengaruhi produksi di daerah pemasok.
 
Sebagian kebutuhan pangan warga Balikpapan masih bergantung pada pasokan dari luar kota. Gangguan produksi maupun distribusi dari daerah penghasil berpotensi memengaruhi ketersediaan barang sekaligus harga di tingkat konsumen.
 
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan, Haemusri Umar, mengatakan beras dan cabai menjadi dua komoditas yang perlu mendapat perhatian. Menurutnya, kondisi cuaca harus diantisipasi bersama, terutama dengan menjaga komunikasi antara pemerintah dan distributor agar pasokan tetap normal.
 
"Kita terkendali dengan daerah penghasil. Sekarang sedang El Nino dan musim kering. Jadi, kami berharap distributor tidak memainkan harga dan tetap menjaga ketersediaan pasokan," ujar Haemusri, Jumat (23/10/2026).
 
Stok beras 1.500 ton
 
Untuk beras, Haemusri menyebut stok saat ini sekitar 1.500 ton, diperkirakan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Januari mendatang.
 
"Kalau ketersediaan cukup. Untuk beras, stok kita ada sekitar 1.500 ton sampai Januari," katanya.
 
Meski stok aman, pemerintah tidak ingin hanya mengandalkan persediaan yang ada. Kelancaran distribusi tetap jadi perhatian karena perubahan produksi di daerah pemasok dapat berdampak pada pasokan yang masuk ke Balikpapan.
 
Cabai rentan berfluktuasi
 
Selain beras, cabai mendapat perhatian karena harganya relatif mudah naik turun. Cuaca, produksi, dan distribusi menjadi faktor yang memengaruhi harga komoditas ini di pasar.
 
Disdag menyiapkan koordinasi lewat rapat barang kebutuhan pokok dan barang penting. Rapat itu akan membahas kesiapan pasokan dan langkah pengendalian harga, terutama menjelang hari besar keagamaan yang biasanya diikuti peningkatan kebutuhan masyarakat.
 
Koordinasi lintas sektor dan dengan distributor diharapkan membantu pemerintah mendeteksi lebih awal potensi gangguan pasokan, sehingga intervensi bisa dilakukan sebelum persoalan distribusi berdampak lebih besar pada harga.
 
Pemerintah juga membuka opsi intervensi lewat program pangan murah untuk membantu warga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau saat terjadi tekanan harga.
 
Pemkot berharap distributor ikut menjaga stabilitas pasokan dan harga. Dengan stok yang cukup dan koordinasi yang diperkuat, risiko kenaikan harga akibat El Nino dan kemarau diharapkan bisa ditekan.
 
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas