23 Okt 2026

Pemkot Balikpapan Siapkan Paket Pangan Bundling Lebih Murah, Tahap Awal di Balikpapan Selatan

noeh21
Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan, Haemusri Umar
      
SekdaTV.Com || Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Perdagangan menyiapkan inovasi penjualan paket bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Untuk tahap awal, program difokuskan di Kecamatan Balikpapan Selatan dengan menggandeng pelaku usaha setempat.
 
Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan, Haemusri Umar, mengatakan paket itu berisi sejumlah kebutuhan pokok dan komoditas pangan yang dijual secara bundling. Nilai normal satu paket berkisar Rp110.000 hingga Rp150.000. Untuk meringankan beban masyarakat, ia meminta pelaku usaha memberi potongan harga hingga Rp15.000 per paket.
 
"Nilainya di angka Rp110.000 sampai dengan Rp150.000. Saya minta kepada pelaku usaha potongannya sampai dengan Rp15.000 untuk satu paket. Semua item masuk dalam satu paket," kata Haemusri, Kamis (22/10/2026).
 
Menurut dia, konsep ini bentuk inovasi pemerintah untuk mendekatkan pangan murah ke masyarakat. Polanya seperti penjualan sembako keliling, sehingga warga tidak harus datang ke lokasi pasar murah tertentu.
 
"Konsepnya seperti yang jual sembako keliling. Jadi kita inovasi dari situ," ujarnya.
 
Target 200 paket per kegiatan
 
Haemusri menjelaskan, pelaksanaan tahap awal dipusatkan di Balikpapan Selatan atas permintaan camat, hasil kerja sama Dinas Perdagangan, pihak terkait, dan kecamatan setempat.
 
"Ini sementara masih konsentrasi di Kecamatan Balikpapan Selatan sesuai dengan permintaan Pak Camat. Ini inovasi kerja sama antara pemerintah dan perdagangan," ujarnya.
 
Setiap kegiatan ditargetkan menyediakan sekitar 200 paket. Sasaran utamanya masyarakat kurang mampu, tetapi pembelian terbuka untuk seluruh warga kecamatan tersebut, selama persediaan masih ada.
 
"Target pelaksanaan setiap event itu 200 paket. Menyasar masyarakat yang kurang mampu, tetapi bebas untuk seluruh masyarakat Kecamatan Balikpapan Selatan," kata Haemusri.
 
Jaga daya beli di tengah tekanan harga
 
Program ini bagian dari upaya Pemkot menjaga daya beli masyarakat. Sebelumnya, Haemusri menyebut El Nino berdampak pada produksi pangan dan menaikkan biaya logistik serta distribusi. Tantangan itu terasa bagi Balikpapan karena sekitar 90 persen pasokan pangannya disebut berasal dari Jawa dan Sulawesi, sehingga pemerintah terus berkomunikasi dengan distributor.
 
Pemkot sebelumnya juga menjalankan Gerakan Pangan Murah bersama sejumlah pihak, menyediakan beras, minyak goreng, dan LPG 3 kilogram dengan harga terjangkau. Paket pangan ini diharapkan melengkapi program intervensi tersebut.
 
Pemerintah juga tetap memantau harga dan ketersediaan bahan pokok, dan memperbarui sistem informasi harga bahan pokok. Data per 20 Oktober 2026 mencatat harga telur ayam ras sekitar Rp2.200 per butir dan kacang tanah Rp36.300 per kilogram.
 
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas