06 Ags 2026 | Dilihat: 1112 Kali

Targetkan 20 Koperasi Beroperasi dalam Tiga Bulan, Pemkot Balikpapan Percepat Pembangunan Koperasi Merah Putih

noeh21
Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr Ir H Bagus Susetyo, MM., saat melakukan peninjauan terhadap sejumlah Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Balikpapan Timur, Rabu (5/8/2026).
      
SekdaTV.Com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mempercepat pembangunan Koperasi Merah Putih di seluruh wilayah kota sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi berbasis masyarakat. Dalam enam bulan ke depan, pemerintah menargetkan seluruh 34 kelurahan telah memiliki koperasi yang diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga.
 
Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr Ir H Bagus Susetyo, MM., mengatakan, percepatan pembangunan dilakukan karena Koperasi Merah Putih merupakan salah satu program strategis pemerintah pusat yang harus segera direalisasikan di daerah.
 
Menurut Bagus, pemerintah kota tidak hanya fokus membangun gedung koperasi, tetapi juga memastikan kelembagaan dan pengelolaannya berjalan baik sehingga mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
 
"Program Koperasi Merah Putih merupakan prioritas pemerintah pusat. Karena itu kami ingin memastikan pelaksanaannya di Balikpapan berjalan dengan baik dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Bagus saat meninjau pembangunan koperasi, Rabu (5/8/2026).
 
Data Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan menunjukkan hingga awal Agustus 2026 terdapat 11 Koperasi Merah Putih yang telah berdiri maupun sedang dibangun. Dari jumlah tersebut, enam koperasi telah beroperasi, sedangkan lima lainnya masih dalam tahap pembangunan.
 
Pemerintah Kota juga telah menyiapkan 11 bidang tanah milik daerah sebagai lokasi pembangunan koperasi berikutnya. Dengan estimasi waktu pembangunan sekitar 90 hari, sekitar 20 koperasi ditargetkan sudah dapat beroperasi dalam tiga bulan mendatang.
 
"Harapannya tiga bulan ke depan sudah ada sekitar 20 koperasi yang berdiri. Setelah itu pembangunan akan terus dilanjutkan hingga seluruh 34 kelurahan memiliki Koperasi Merah Putih," kata Bagus.
 
Dalam sistem pengelolaannya, koperasi akan dipimpin oleh ketua yang dipilih dari masyarakat. Sementara lurah akan berperan sebagai ketua dewan pengawas untuk memastikan tata kelola koperasi berjalan secara transparan, profesional, dan akuntabel.
 
Pemkot Balikpapan juga telah memiliki contoh keberhasilan pengelolaan koperasi. Di Kelurahan Manggar, Koperasi Merah Putih mampu membukukan omzet sekitar Rp500 juta setiap bulan, terutama dari penyaluran beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
 
Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi model bagi koperasi lain yang saat ini sedang dikembangkan di berbagai kelurahan.
 
Bagus menjelaskan, Koperasi Merah Putih tidak hanya akan bergerak pada sektor distribusi pangan. Setiap koperasi didorong mengembangkan usaha sesuai potensi ekonomi wilayah masing-masing, seperti distribusi LPG, klinik kesehatan, apotek, peternakan ayam petelur, hingga menjadi pemasok kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
 
"Potensi ekonomi di setiap kelurahan berbeda-beda. Koperasi harus mampu menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi tersebut sehingga manfaat ekonominya dapat kembali kepada anggota dan warga sekitar," ujarnya.
 
Ia menilai keberadaan Koperasi Merah Putih akan menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di Balikpapan. Selain menciptakan lapangan usaha baru, koperasi juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan usaha yang sehat dan berkelanjutan.
 
"Pemerintah Kota Balikpapan berkomitmen mendukung penuh program ini. Dengan sinergi seluruh pihak, kami optimistis Koperasi Merah Putih akan menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah," tutup Bagus.
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas