25 Apr 2023 | Dilihat: 493 Kali
Tingkatkan Penerimaan Daerah Melalui Bagi Hasil, Isran Noor : Masih Ada Peluang!
Dr. Ir. H. Isran Noor, M.Si. Gubernur Kalimantan Timur
SekdaTV, KALTIM - Gubernur Isran Noor menegaskan sampai saat ini Provinsi Kaltim masih terus berjuang untuk mendapatkan peningkatan penerimaan daerah melalui bagi hasil penerimaan dari sumber daya alam, seperti kelapa sawit dan menjual karbon.
"Selain Dana Bagi Hasil (DBH) sawit yang saat ini sedang diperjuangkan daerah-daerah penghasil kelapa sawit, masih ada peluang lain yang bisa kita dapatkan. Misalnya menjual karbon, dan Provinsi Kaltim mendapatkan kompensasi dari World Bank untuk 22 juta matrix ton karbon dioksida senilai 110 juta USD," kata Gubernur Isran Noor saat Musrenbang RKPD Provinsi Kaltim 2024 di Pendopo Odah Etam, Senin (17/4/2024).
Gubernur Isran Noor menambahkan dirinya akan ke Jakarta, dalam rangka mengurus persiapan untuk memperdagangkan karbon Kaltim ke luar negeri.
"Tanggal 2 sampai 7 Mei akan ke Brasil. Disana (Brasil) salah satu penghasil karbon, karena dia juga memiliki kawasan hutan tropis sama dengan kita di Kaltim," tandasnya.
Berikutnya, pada 8 dan 9 Mei lanjutnya, akan ke World Bank di Amerika Serikat, juga terkait persoalan ratifikasi kesepakatan dalam jual beli karbon, karena lembaga keuangan dunia ini punya data dan data Kaltim ada di World Bank.
"Kemudian tanggal 11 dan 12 Mei ke Yucatan Mexico. Karena Yuca memiliki komitmen yang kuat dalam hal kompensasi bagi negara-negara yang melaksanakan penurunan emisi yang sukses seperti Kalimantan Timur.
"Karena selama 10 tahun kedepan, mereka mempersiapkan dana 10 million pound sterling, dan rata-rata setahunnya mengeluarkan dana 3 milion pound sterling. Ini yang mau saya kejar," ungkapnya.
Perkiraan dari pakar ahli karbon ujarnya, Kaltim baru dinilai 30 juta ton karbondioksida equivalen (CO2eq) sampai tahun 2021, berarti tahun 2022, 2023 dan 2024 bisa mencapai lebih kurang 100 juta ton karbon dioksida equivalen.