16 Feb 2026 | Dilihat: 1157 Kali

TNI AL Gelar Latihan Anti-Akses/Anti-Amfibi Perdana, Pamerkan Tangkapan Timah dan Logam Tanah Jarang Rp173,6 Miliar di Babel

noeh21
      
Sekda TV sekdatv.com, Bangka Belitung - TNI Angkatan Laut (AL) menggelar Latihan Anti-Akses dan Anti-Amfibi perdana sekaligus memamerkan hasil tangkapan komoditas logam dan mineral ilegal di wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Acara ini disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali didampingi Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dr. (HC) Hidayat Arsani, S.E., pada Minggu (15/2).

Latihan melibatkan berbagai kapal perang, termasuk KRI Brawijaya-320, KRI Raden Eddy Martadinata-331, KRI John Lie-358, KRI Cut Nyak Dien-375, KRI Tjiptadi-381, KRI Halasan-630, KRI Surik-645, KRI Semarang-594, dan KRI Pulau Fani-731.

TNI AL juga mengerahkan satuan udara seperti Pesawat Patroli Maritim CN-235 MPA, Pesud Cassa untuk penerjunan tempur, dua Helikopter Panther, Camcopter Puspenerbal, Drone Kamikaze, serta Pasukan Pendarat dan Roket Multi Launcher Rocket System (MLRS) Korps Marinir. Semua unsur terintegrasi dalam skenario operasi lengkap.

Kegiatan diwarnai penembakan Meriam 76 mm dari KRI Raden Eddy Martadinata-331, Visit Board Search and Seizure (VBSS) oleh prajurit KRI Brawijaya-320, tembakan roket MLRS sebagai senjata utama pertahanan pantai, serta tembakan GPMG dan MO-60. Pasukan pendarat Korps Marinir juga diterjunkan untuk simulasi pendaratan amfibi.

Usai latihan, Kasal meninjau barang bukti dari Operasi Keamanan Laut (Opskamla) TNI AL bekerja sama dengan Satuan Tugas Tri Cakti. Tangkapan mencakup komoditas timah balok, pasir timah, serta logam tanah jarang (LTJ) seperti zircon, ilmenite, dan monazite yang diamankan sepanjang 2025 hingga 2026. Total berat timah mencapai 496,892 ton dan logam tanah jarang 10.762,117 ton, dengan nilai estimasi Rp173.644.528.000 (sekitar Rp173,6 miliar).

"Latihan ini baru pertama kali digelar. Kami melibatkan teknologi terbaru seperti drone surveillance, drone kamikaze, dan Pusat Kendali Mobil (Mobile Command). Selain itu, pencegahan penyelundupan timah ini perintah langsung Presiden RI. Babel kaya sumber daya, sayang jika diselundupkan dan menguntungkan negara lain," ujar Kasal.

Keberhasilan ini menjadi prioritas Presiden RI Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto dalam memberantas illegal mining dan penyelundupan sumber daya alam yang merugikan negara serta merusak lingkungan.
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas