02 Okt 2026

Wantimpres Baru Resmi Bekerja, Dari Pratikno hingga Rocky Gerung Dilantik Prabowo

noeh21
Rocky Gerung memberikan keterangan pers usai dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
      
SekdaTV.Com || JAKARTA — Lembaga Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) kembali diaktifkan di era pemerintahan Prabowo Subianto. Sebanyak 26 tokoh resmi dilantik sebagai anggota Wantimpres dalam upacara di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026), berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 107/P/2026.
 
Posisi Ketua Wantimpres dipercayakan kepada mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, didampingi mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. Adapun kursi Sekretaris diisi oleh pengamat sekaligus konsultan politik Muhammad Qodari.
 
Wajah Lama Bertemu Wajah Kontroversial
 
Yang menarik perhatian publik, daftar 26 nama yang dilantik bukan hanya diisi para purnawirawan jenderal, mantan menteri, atau tokoh agama lintas golongan  mulai dari KH Yahya Cholil Staquf, KH Said Aqil Siradj, hingga Budi Tanuwibowo  tetapi juga nama-nama yang selama ini justru dikenal kritis terhadap kekuasaan. Sebut saja Rocky Gerung, pengamat politik yang kerap melontarkan sindiran tajam ke pemerintahan Prabowo, kini resmi berdiri di bawah panji Istana sebagai penasihat presiden.
 
Saat dimintai komentar soal posisinya yang berubah ini, Rocky menegaskan karakter kritisnya tidak akan luntur hanya karena kini masuk struktur formal pemerintahan.
 
"Ya kan cuman pindah, saya cuman pindah dari luar ke dalam. Sikap saya tetap, pandangan saya tetap, radical break, udah," ujarnya.
 
Nama lain yang juga menyita perhatian adalah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, yang sempat tersandung kontroversi etik beberapa tahun silam, kini turut masuk dalam jajaran penasihat presiden.
 
Diisi Pengusaha, Purnawirawan, hingga Tokoh Lintas Agama
 
Selain figur politik dan hukum, Wantimpres kali ini juga diperkuat kalangan pengusaha seperti Chairul Tanjung, Dato' Sri Tahir, dan Jusuf Hamka, serta purnawirawan TNI-Polri seperti Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, Jenderal Pol. (Purn) Budi Gunawan, dan Letjen TNI (Purn) Ida Bagus Purwalaksana. Tak ketinggalan, politikus senior Bambang Soesatyo dan Soekarwo turut mengisi bangku penasihat.
 
Keterwakilan lintas agama juga tampak menonjol, dengan hadirnya Shinta Nuriyah Wahid, Prof. Muhammad Quraish Shihab, Salim Segaf Al-Jufri, dan Jacky Manuputty dari kalangan Kristen, melengkapi komposisi yang disebut mencerminkan keberagaman Indonesia.
 
Dua Nama Absen di Penandatanganan Berita Acara
 
Dari seluruh anggota yang dilantik, sebanyak 24 orang tercatat menandatangani berita acara pelantikan bersama Presiden Prabowo di Istana Negara. Dua nama, yakni Jacky Manuputty dan mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, disebutkan dalam daftar namun tidak ikut dalam proses penandatanganan tersebut.
 
Pengaktifan kembali Wantimpres ini menjadi sinyal bahwa Presiden Prabowo ingin merangkul spektrum pandangan yang lebih luas dalam lingkaran penasihatnya, termasuk dari kalangan yang selama ini kerap bersuara kritis terhadap jalannya pemerintahan.
 
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas