28 Ags 2026 | Dilihat: 1107 Kali

1.500 Paket demi Mahulu, Gerindra Kaltim Antar Bantuan Lewat Sungai yang Kian Menyusut

noeh21
H. Seno Aji didampingi jajaran pengurus DPD Partai Gerindra Kaltim menjawab pertanyaan awak media terkait penyaluran 1.500 paket bantuan bagi masyarakat Long Pahangai dan Long Apari yang dilanda kekeringan.
      
SekdaTV.Com, Samarinda - Partai Gerindra Kalimantan Timur (Kaltim) menggalang bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak kekeringan di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Sebanyak 1.500 paket bantuan disiapkan untuk masyarakat di Long Pahangai dan Long Apari yang mengalami kesulitan mendapatkan bahan pangan.
 
Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim Seno Aji menyatakan bantuan tersebut merupakan hasil donasi kader Gerindra dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, termasuk anggota DPRD dan jajaran kepengurusan partai.
 
Dari penggalangan tersebut terkumpul dana sekitar Rp153,2 juta, terdiri dari Rp113,2 juta sumbangan kader Partai Gerindra dan sekitar Rp40 juta bantuan dari pihak ketiga.
 
Dana tersebut kemudian digunakan untuk membeli kebutuhan pokok berupa beras, gula, dan minyak goreng. Masing-masing disiapkan sebanyak 1.500 paket untuk didistribusikan kepada masyarakat terdampak.
 
"Ini bentuk kepedulian kami dan kami berharap bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang ada di Mahakam Ulu," kata Seno Aji saat pelepasan bantuan di Kantor DPD Partai Gerindra Kaltim, Jumat (28/8/2026).
 
Menurutnya, proses pengiriman bantuan tidak mudah karena kondisi sungai yang mengalami penyusutan akibat kekeringan. Bahkan, jalur menuju wilayah pedalaman Mahulu harus dilakukan secara bertahap dengan berganti moda transportasi.
 
Bantuan akan dikirim menggunakan truk hingga titik yang memungkinkan, kemudian dipindahkan ke kendaraan roda empat atau pikap sebelum kembali dipindahkan menggunakan ketinting menuju Long Pahangai dan Long Apari.
 
"Satu ketinting itu kurang lebih hanya bisa membawa 500 kilogram. Jadi bantuan ini harus dipecah-pecah ke beberapa pengiriman," jelasnya.
 
Seno menyebut kondisi Sungai Mahakam saat ini semakin menyulitkan mobilitas masyarakat. Debit air disebut hanya berada sedikit di atas lutut sehingga perjalanan menuju wilayah tertentu tidak lagi dapat dilakukan dengan mudah.
 
Untuk mendukung akses distribusi, Pemerintah Provinsi Kaltim juga telah mengerahkan alat berat seperti dozer, excavator, dan grader untuk membuka akses jalan dari Long Bagun menuju Long Pahangai.

 
"Kalau memang ini bisa sampai ke Long Pahangai dan Long Paka, maka bantuan akan kita transfer melalui ketinting kurang lebih sekitar dua setengah jam sampai ke Long Apari," ujarnya.
 
Seno, yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Kaltim, mengatakan pemerintah daerah akan mengupayakan pembukaan jalur transportasi dari Ujoh Bilang menuju Long Apari agar persoalan distribusi kebutuhan pokok di wilayah tersebut tidak terus berulang.
 
"Ke depan kami akan menganggarkan bersama-sama dengan Pak Gubernur untuk membuka jalur transportasi dari Ujoh Bilang sampai ke Long Apari," katanya.
 
Ia menyebut sekitar 2.000 kepala keluarga berada di wilayah Long Apari dan Long Pahangai yang membutuhkan perhatian akibat kondisi kekeringan dan terbatasnya pasokan bahan pangan.
 
Selain bantuan pangan, Seno juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan di tengah kondisi kering yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kaltim.
 
Menurutnya, data kepolisian yang diterimanya mencatat sekitar 17.000 titik api sejak Januari hingga Agustus 2026. Jumlah tersebut kemudian berhasil ditekan secara bertahap hingga tersisa sekitar 190 titik api pada akhir Agustus.
 
"Jangan membakar lahan untuk kepentingan pribadi, misalnya untuk bercocok tanam. Ini akan dapat segera menyebar ke lahan-lahan yang lain yang tidak terkendali," tegasnya.
 
Sementara itu, total pengeluaran untuk pengadaan bahan bantuan dan transportasi mencapai sekitar Rp173 juta. Seno mengatakan terdapat selisih kebutuhan anggaran dengan dana yang terkumpul, namun kekurangan tersebut akan diupayakan terpenuhi.
 
Ia berharap kondisi kekeringan di Mahulu segera berakhir sehingga pasokan bahan pokok dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
 
"Kita doakan agar kekeringan ini cepat berlalu, hujan segera turun di Bumi Kalimantan Timur, dan Mahakam Ulu bisa kembali normal serta tidak mengalami kesulitan bahan pangan," pungkasnya.
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas