09 Okt 2026

Defisit 1.000 Liter per Detik, AHY Dorong Optimalisasi Sumur Dalam dan Kaji Air dari Sepaku Semoi untuk Balikpapan

noeh21
      
SekdaTV.Com || BALIKPAPAN: Kebutuhan air bersih Kota Balikpapan masih jauh di atas kapasitas produksi. Dari kebutuhan sekitar 2.500 liter per detik, pasokan yang bisa diproduksi saat ini baru sekitar 1.500 liter per detik. Artinya ada defisit sekitar 1.000 liter per detik.
 
Kondisi itu menjadi perhatian Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat meninjau Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Sumur Dalam di Jalan Mulawarman, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Kamis (8/10/2026).
 
AHY menekankan pentingnya mempercepat penambahan pasokan lewat optimalisasi sumber air baku yang ada, sambil menyiapkan solusi jangka panjang.
 
"Balikpapan masih sangat membutuhkan suplai air. Hari ini tersedia 1.500 liter per detik, sementara kebutuhannya kurang lebih 2.500 liter per detik. Selisih ini yang harus terus kita kejar secara bertahap," kata AHY.
 
Menurut AHY, pemenuhan kebutuhan air bersih harus terencana dan berkelanjutan, terutama di tengah ancaman kekeringan akibat El Niño. Pemerintah perlu memastikan warga tetap mendapat akses air bersih meski kemarau berkepanjangan.
 
"Tidak boleh ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih, terutama di masa kemarau dan El Niño berkepanjangan. Akses air bersih adalah hak mendasar publik yang wajib dijamin oleh pemerintah," ujarnya.
 
Sumur Dalam Berpotensi Layani 2.000 Rumah
 
Salah satu langkah yang didorong adalah optimalisasi air tanah lewat sumur dalam. Di IPAM Sumur Dalam Teritip, Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) Yudhi Saharuddin menjelaskan, fasilitas ini menghasilkan 10 liter per detik dan melayani 1.089 kepala keluarga di Teritip dan sekitarnya.

 
Di lokasi yang sama terdapat dua sumur dalam. "Kapasitas produksi saat ini baru 10 liter per detik di sini dan melayani 1.089 rumah. Sebenarnya kami memiliki dua sumur dalam di lokasi ini, dan kapasitas produksinya secara keseluruhan berpotensi ditingkatkan hingga 30 liter per detik," ungkap Yudhi.
 
Jika optimalisasi terealisasi lewat penambahan peralatan teknis, PTMB memperkirakan layanan di Balikpapan Timur bisa diperluas hingga sekitar 2.000 rumah. Langkah ini diharapkan mengurangi kesenjangan pasokan, terutama bagi wilayah yang belum terlayani optimal.
 
Interkoneksi Sepaku Semoi Dikaji
 
Meski sumur dalam menambah pasokan jangka pendek, AHY menilai Balikpapan tetap butuh sumber air permukaan berskala besar. Salah satu opsi yang dikaji adalah air dari Bendungan Sepaku Semoi, sumber pasokan bagi kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
 
Rencana menghubungkan jaringan air dari Sepaku Semoi ke Balikpapan perlu dikaji menyeluruh dari sisi teknis dan pembiayaan, karena jaraknya yang jauh memengaruhi kebutuhan infrastruktur dan investasi.
 
"Yang paling signifikan tentu kalau kita bisa mendapatkan aliran air dari Sepaku Semoi. Namun karena jaraknya cukup jauh, kita perlu menghitung ulang perencanaan teknisnya secara mendetail karena memang membutuhkan alokasi anggaran yang sangat besar," jelasnya.
 
Karena itu, pemerintah tidak mengandalkan satu proyek besar saja. Penambahan kapasitas dari sumber alternatif tetap diperlukan sambil menunggu perencanaan jangka panjang matang.
 
"Walaupun tidak bisa langsung besar suplai yang bisa kita tambahkan, tetapi yang terpenting adalah selalu ada progres dan selalu ada kemajuan. Sepuluh liter per detik kita optimalkan, lalu kita tambah lagi 10 liter, dan seterusnya secara terencana untuk jangka panjang," kata AHY.
 
Koordinasi Lintas Instansi
 
AHY memastikan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan akan mengawal koordinasi lintas instansi, melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Wilayah Sungai Kalimantan Timur, dan PTMB, untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan air bersih Balikpapan.
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas