07 Apr 2023 | Dilihat: 626 Kali

Pemkot Balikpapan Sidak Pasar dan Swalayan, Sekda : Ada Yang Tidak Sesuai

noeh21
      
SekdaTV, Balikpapan - Pemerintah Kota bersama Tim TPID dan Loka POM Kota Balikpapan melaksanakan kegiatan kebutuhan pokok dan parsel, pada Kamis (6/4/2023), dimana kegiatan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya yang dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri. 

Sidak kali ini, dipimpin langsung Seketaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan, Muhaimin, Staf Ahli, serta beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemkot Balikpapan. Lokasi pertama yang dikunjungi yakni Pasar Pandan Sari yang berada di wilayah Balikpapan Barat, di lokasi ini rombongan menanyakan kepada sejumlah pedagang pasar mulai dari harga beras, minyak dan telur serta pasokan barang-barang tersebut berasal dari mana dan kecukupannya hingga menjelang Idul Fitri. 

Untuk sidak ke Pasar tradisional Pandan Sari rata-rata harga masih normal misalnya beras premium diangka Rp 13.500 per kilogram, masih sama dengan harga kemasan 5 kg yang dijual Rp 65 ribu hingga Rp 70 ribu.

“Wajar kalau mendekati lebaran permintaan tinggi dan pasokan berkuang akan membuat harga naik, makanya ada intevensi pemerintah diperlukan melalui kegiatan pasar murah dan bazar,” jelasnya. 

Kemudian lokasi kedua yang didatangi adalah Supermarket Hero yang berada di pusat perbelanjaan Hypermart yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan Kota. Ditempat ini dilakukan pemeriksaan sejumlah parsel yang sudah berada display dan menanyakan keberadaan produk-produk UMKM di Kota Balikpapan yang masuk ke supermarket. 

Sekda Kota Balikpapan, Muhaimin mengatakan, dari hasil sidak ke supermarket Hero ada beberapa yang perlu menjadi perhatian dari pihak supermarket yang mana ada parsel  sudah di cek DKK dan Loka Pom ternyata ada yang nama daftar di belakang parsel dengan isi di dalam kedaluarsanya tidak sesuai ada selisih sekitar 1 tahun.

“Pada saat pengemasan parsel yang dibuat pihak supermarket ada yang tidak melampirkan daftar isi dari parsel tersebut,” ujar Muhaimin. 

Muhaimin menambahkan, kalau parsel parsel ini dibawa pulang konsumen, khawatir bisa komplain antara massa kedaluarsa dan isi berbeda.

Meski begitu, Pemkot Balikpapan mengapresiasi supermarket Hero yang juga menjual prodak-prodak UMKM baik di parsel dan dijual display,  tetapi memang prodak UMKM banyak mendekati kedaluarsa Mei dan Juni 2023 ini. 

“Sehingga dari Loka POM, DKK, DKUMKMP, dan Disdag paling tidak diimbau dan ada kepastian jika dia tidak laku sampai dengan kedaluarsanya habis, bagaimana mekanismenya pemusnahannya, bagaimana kompromi antara pelaku UMKM dengan supermarket,” jelasnya. 

“Jangan sampai barang sudah diretur atau ditukar yang kedaluarsa sama- sama disaksikan dan dimusnahkan, antisipasi jika diambil kembali kemudian diganti kemasan saja, tapi isinya sama bahaya,” tambahnya. 

Kedepan diharapkan paling tidak enam bulan mendekati kedaluarsa baru boleh dimasukan ke dalam parsel, ada yang ditemukan dekat September.

“Kalau sekarang April pas  memang jika 6 bulan, jangan mendekati enak bulan mininal 1 tahun supaya aman dikonsumsi, parsel diberikan keasyarakat biasanya tidak langsung dikonsumsi bisa satu sampai dua bulan kedepan,” tutup Muhaimin. (Rie)
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas