18 Okt 2026

TP PKK Balikpapan Dorong Kelurahan Siaga TBC, Kader Dasawisma Jadi Ujung Tombak

noeh21
Ketua TP PKK Kota Balikpapan Hj. Nurlena Rahmad Mas'ud, SE.,
      
SekdaTV.Com || BALIKPAPAN, TP PKK Kota Balikpapan mendorong pembentukan Kelurahan Siaga Tuberkulosis (TBC) dengan melibatkan kader PKK hingga tingkat dasawisma. Langkah ini diharapkan memperkuat pencegahan penularan, mendorong pemeriksaan dini, dan mendampingi pasien agar menuntaskan pengobatan.
 
Ketua TP PKK Kota Balikpapan Hj. Nurlena Rahmad Mas'ud, SE., menyebut keterlibatan kader dari tingkat kelurahan hingga rumah tangga menjadi kunci agar edukasi TBC menjangkau lebih banyak warga. Hal itu disampaikannya dalam sosialisasi pencegahan TBC dan pembentukan Kelurahan Siaga TBC bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Balikpapan di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, Sabtu (17/10/2026).
 
Menurut Nurlena, penanggulangan TBC tidak bisa hanya bertumpu pada tenaga kesehatan. Kader PKK punya peran strategis karena berinteraksi langsung dengan keluarga di lingkungan tempat tinggal.
 
"Kalau kader bekerja aktif, insyaallah sosialisasi bisa merata. Kita juga bisa melihat data yang terus diperbarui dan memantau perkembangan pengobatan masyarakat," ujar Nurlena.
 
Ia menjelaskan, setiap kader berpotensi menjangkau sekitar 20 rumah di wilayah kerjanya. Jangkauan itu dapat dipakai untuk menyampaikan gejala TBC, pentingnya pemeriksaan dini, dan kepatuhan berobat.
 
Nurlena menegaskan, program ini tidak boleh berhenti pada sosialisasi atau seremoni. Harus ada tindak lanjut nyata lewat koordinasi kader PKK, lurah, camat, puskesmas, dan tenaga kesehatan.
 
"Jangan hanya di dalam ruangan. Kita harus turun ke lapangan agar program ini benar-benar terwujud dan manfaatnya dirasakan masyarakat," tegasnya.
 
Lawan stigma dan putus pengobatan
 
Nurlena juga menyoroti stigma yang masih membuat sebagian warga enggan memeriksakan diri. Padahal pemeriksaan dan penanganan sejak dini diperlukan untuk mencegah penularan dan meningkatkan peluang sembuh.

 
Tantangan lain adalah kepatuhan berobat. Pasien perlu menjalani pengobatan sesuai petunjuk tenaga kesehatan sampai dinyatakan selesai, meski batuk sudah berkurang.
 
"Kadang-kadang merasa sudah tidak batuk, lalu menganggap sudah sembuh. Padahal, pengobatan harus dijalani sesuai petunjuk tenaga kesehatan sampai dinyatakan selesai. Jangan minum obat separuh-separuh," katanya.
 
Karena itu, kader diharapkan tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memberi dukungan moral kepada pasien dan keluarganya agar tidak merasa dikucilkan dan tetap termotivasi.
 
Nurlena juga mengajak masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga kebersihan lingkungan, dan memastikan rumah punya ventilasi serta sirkulasi udara yang baik.
 
IDI siapkan layanan kesehatan gratis
 
Ketua IDI Cabang Balikpapan dr. Andi Sri Juliarty mengatakan sosialisasi dan pembentukan Kelurahan Siaga TBC merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-76 IDI.
 
IDI Balikpapan menjadwalkan pelayanan kesehatan dan konsultasi gratis pada Minggu (25/10/2026) di Dome Balikpapan. Dokter dari berbagai spesialisasi akan terlibat, antara lain penyakit dalam, mata, kulit, kandungan, THT, paru, dan bedah.
 
Selain konsultasi, panitia merencanakan pemeriksaan penunjang bersama sejumlah laboratorium serta kacamata gratis dalam jumlah terbatas bagi yang memenuhi ketentuan. Pendaftaran konsultasi lewat tautan yang dibagikan panitia. Kegiatan ini juga melibatkan pelaku UMKM.
 
Andi Sri Juliarty mengajak camat, lurah, dan kader PKK membantu menyebarluaskan informasi kegiatan.
 
Dalam kesempatan itu, IDI Balikpapan menyerahkan 1.000 masker kepada TP PKK Kota Balikpapan untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
 
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas