02 Nov 2026

Wawali Bagus Susetyo ke Mahasiswa: Jangan Hanya Jadi Pengguna Teknologi

noeh21
Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr. Ir. Bagus Susetyo, M.M.
      
SekdaTV.Com || BALIKPAPAN, Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr. Ir. Bagus Susetyo, M.M., mendorong mahasiswa agar tidak sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
 
Menurut Bagus, teknologi yang berkembang cepat telah mengubah banyak sisi kehidupan, mulai dari pendidikan, dunia kerja, hingga industri. Kondisi ini, kata dia, menjadi tantangan sekaligus peluang bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing.
 
Bagus menyebut teknologi seperti kelistrikan hingga kecerdasan buatan (*artificial intelligence*/AI) perlu dipelajari dan dimanfaatkan secara optimal.
 
"Anak-anak mahasiswa diharapkan bisa ikut terlibat aktif dan mengimplementasikan beberapa teknologi yang ada di sekitar kita. Teknologi listrik, artificial intelligence, dan yang lainnya merupakan tantangan bagi mahasiswa," ujar Bagus, Senin (2/11/2026).
 
Bukan Sekadar Pengguna
 
Ia menilai kemajuan teknologi tidak seharusnya menempatkan mahasiswa hanya sebagai pengguna. Mahasiswa dituntut berpikir kritis dan kreatif untuk menghasilkan inovasi dari ilmu yang diperoleh selama kuliah.
 
"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengguna teknologi. Ilmu yang didapat selama kuliah harus bisa diterapkan dan memberikan manfaat," ujarnya.
 
Kemampuan beradaptasi dengan teknologi, lanjut Bagus, menentukan kesiapan generasi muda memasuki dunia kerja. Kebutuhan industri yang berubah cepat menuntut mahasiswa terus belajar dan mengembangkan diri.
 
Terus Belajar dan Pantang Menyerah
 
Bagus juga mengingatkan agar mahasiswa tidak cepat puas dengan pengetahuan yang dimiliki, karena teknologi terus bergerak.
 
"Selalu belajar, jangan menyerah, tetap gigih, kemudian berkontribusi untuk bangsa dan kota ini," kata Bagus.
 
Selain kemampuan teknis, ia menekankan pentingnya daya saing dan karakter. Kecakapan teknologi, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan semangat belajar, ketekunan, dan kemauan memberi kontribusi nyata.
 
Menurut Bagus, generasi muda berperan penting menghadapi perubahan akibat teknologi dan globalisasi, sehingga perlu bersiap sejak di bangku kuliah. Ia berharap mahasiswa tak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga menciptakan inovasi dan solusi bagi persoalan di lingkungan sekitar.
 
"Yang paling penting adalah bagaimana kita terus meningkatkan kapasitas diri, tetap gigih dan tidak mudah menyerah. Pada akhirnya, semua itu harus diarahkan untuk memberikan kontribusi bagi bangsa dan kota ini," tuturnya.
 
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas