SekdaTV.Com || BALIKPAPAN – Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengapresiasi peran Wanita Ikatan Keluarga Tanah Toraja (
WIKAT) Balikpapan dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman kota. Apresiasi itu disampaikan saat perayaan puncak HUT ke-45 WIKAT di Halaman Food Court Grand City, Sabtu (24/10/2026).
"Atas nama Pemerintah Kota Balikpapan, saya mengapresiasi kegiatan ini karena menjadi bentuk silaturahmi untuk meningkatkan rasa saling menghargai, menghormati, serta memperkuat persatuan dan kesatuan antar keluarga Tanah Toraja," ujarnya.
Bagus menyebut WIKAT bagian penting dari keberagaman Balikpapan, bersama 131 paguyuban lain yang turut menjaga keharmonisan kota. "Kami berharap hubungan baik ini terus terjaga, sehingga kita semua hidup rukun tanpa konflik di tengah keberagaman," tambahnya.
Ingatkan warga soal kabut asap
Dalam kesempatan itu, Wawali juga mengingatkan warga menjaga kesehatan di tengah kabut asap yang masih menyelimuti kota. Ia mengimbau warga memakai masker, mengurangi aktivitas luar ruangan, dan tidak membakar sampah.
Dihadiri pejabat dan tokoh
Perayaan bertema "Tangguh, Berbudaya, Menginspirasi" ini dihadiri Senator DPD RI Yulianus Henock Sumual dan Wakil Ketua DPRD Balikpapan H. Yono Suherman, S.T. Hadir pula Kepala Dinas Olahraga, Pemuda, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan dr. C.I. Ratih Kusuma W., Pastor Andi Simon, Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Simon Sulean, dan Ketua Forum Komunikasi Paguyuban Balikpapan (FKPB) Dr. Abriantinus, S.H., M.A.

Simon Sulean menyampaikan apresiasi atas kiprah WIKAT di bawah kepemimpinan Herlina Masolo. "Selamat ulang tahun WIKAT Kota Balikpapan yang ke-45. Semoga semakin maju, terus menjaga kebersamaan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan membantu pemerintah dalam melestarikan budaya Nusantara, khususnya budaya Toraja," ucapnya.
Kupon terjual 8.500 lembar
Ketua WIKAT Balikpapan Herlina Masolo mengatakan, target awal panitia hanya menjual 1.000 kupon, tetapi yang terjual mencapai 8.500 kupon. "Delapan kali lipat dari yang kami rencanakan," katanya. Menurutnya, sekitar 90 persen hadirin adalah warga Toraja dan 10 persen masyarakat umum.
Ketua Panitia Pelaksana Uchie Rahel menyebut hadirin diperkirakan hampir 2.000 orang. Rangkaian HUT dimulai 27 September dengan bantuan sosial dan ibadah bersama di Lembaga Pemasyarakatan. Pada 18 Oktober digelar seminar bahaya narkoba dan seks bebas, serta pementasan busana adat Toraja.
Herlina berterima kasih kepada panitia yang bekerja sekitar dua pekan dan para sponsor, khususnya CIMB Niaga sebagai sponsor utama, juga air mineral DC dan sponsor lainnya. Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan kunjungan sosial ke panti asuhan.
"Harapan saya, semoga WIKAT semakin solid, semakin kuat, dan keberadaannya di Balikpapan semakin membawa dampak yang baik, tidak hanya bagi sesama warga Toraja, tetapi bagi semua orang yang tinggal di kota ini," ucapnya.