02 Apr 2026 | Dilihat: 1107 Kali

Banjir MT Haryono Mentok di Lahan, Pemkot Akui Proyek Tak Akan Tuntas Tanpa Pembebasan

noeh21
      
SekdaTV sekdatv.com, BALIKPAPAN - Upaya mengatasi banjir di Jalan MT Haryono, Balikpapan, masih menghadapi satu hambatan utama yang belum terselesaikan yakni dengan pembebasan lahan di kawasan hilir.
 
Pemerintah kota secara terbuka mengakui, selama persoalan ini belum dituntaskan, sistem pengendalian banjir di kawasan tersebut tidak akan berjalan optimal.
 
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyebut titik krusial berada di sekitar Gang Mushola. Di lokasi itu, saluran primer yang dirancang sebagai jalur utama aliran air belum tersambung hingga rumah pompa. Akibatnya, air tidak bisa mengalir secara maksimal saat debit meningkat.
 
“Kalau tidak ada pembebasan lahan di hilir, maka saluran primer tidak bisa tersambung ke rumah pompa. Itu yang membuat penanganan banjir belum tuntas,” ujarnya dalam Musrenbang RKPD 2027, Kamis (2/4/2026).
 
Rencana pembangunan saluran tersebut sebenarnya sudah masuk dalam dokumen perencanaan jangka menengah pemerintah kota. Namun hingga kini, implementasinya belum berjalan penuh karena terkendala akses lahan.
 
Kondisi ini membuat penanganan banjir di MT Haryono selama ini lebih bersifat parsial. Pemerintah memang telah melakukan berbagai intervensi, seperti normalisasi drainase dan perbaikan saluran di sejumlah titik.
 
Namun tanpa sistem yang terhubung dari hulu ke hilir, genangan tetap terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi.
 
Pemkot kini mengupayakan skema pembiayaan lintas sumber untuk mempercepat realisasi proyek tersebut. Selain mengandalkan APBD, pemerintah juga membuka peluang dukungan dari provinsi hingga pemerintah pusat melalui APBN.
 
“Pembiayaan akan kita upayakan dari berbagai sumber, karena ini memang kebutuhan besar,” ungkap Bagus.
 
Di sisi lain, program renovasi dan revitalisasi drainase tetap dilanjutkan sebagai langkah jangka pendek.
 
Pemerintah menilai program tersebut sudah berjalan sesuai rencana, meski dampaknya belum signifikan terhadap titik-titik kritis.
 
Banjir di MT Haryono sendiri bukan persoalan baru. Kawasan ini menjadi salah satu titik rawan genangan di Balikpapan, terutama saat curah hujan tinggi dan aliran air tidak tertampung maksimal.
 
Dengan kondisi tersebut, pembebasan lahan di hilir kini menjadi penentu. Tanpa itu, proyek pengendalian banjir berisiko terus berjalan setengah jalan.
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas