SekdaTV
sekdatv.
com, BALIKPAPAN - Upaya memperkuat perlindungan anak di Balikpapan menjadi perhatian berbagai pihak, seiring munculnya sejumlah kejadian di ruang publik yang melibatkan anak dalam situasi berisiko.
Dalam dua peristiwa di kawasan Jalan Inpres, Balikpapan Utara, anak mengalami pendekatan dari orang tak dikenal dengan pola serupa. Interaksi diawali dengan percakapan ringan, lalu berkembang menjadi ajakan.
Pada satu kejadian, anak berhasil menghindar. Pada kejadian lain, anak sempat dibawa ke lokasi berbeda sebelum kembali ke rumah.
Rangkaian peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya langkah pencegahan yang lebih kuat, terutama di lingkungan tempat tinggal.
Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Sufyan Jupri, menilai perlindungan anak perlu diperkuat melalui pendekatan yang lebih dini.
“Jangan menunggu ada laporan baru bergerak. Logikanya harus dibalik,” ujarnya.
Menurutnya, perlindungan anak tidak cukup hanya mengandalkan penanganan setelah kejadian, tetapi harus dimulai dari upaya pencegahan di lingkungan sekitar.
Ia menambahkan, sinergi antara keluarga, lingkungan, dan pemerintah menjadi kunci dalam menciptakan ruang aman bagi anak.
“Orang tua harus ekstra menjaga anak-anaknya, lebih hati-hati lagi,” katanya.
Di tingkat lingkungan, peran rukun tetangga (RT) dinilai strategis dalam mengenali kondisi wilayah, termasuk potensi risiko maupun keberadaan orang asing.
Dalam fungsi pengawasan, DPRD mendorong instansi terkait untuk memperkuat langkah preventif yang menyentuh langsung masyarakat.
Balikpapan sendiri selama ini mempertahankan predikat Kota Layak Anak kategori utama dan menargetkan peningkatan ke tingkat paripurna.
Upaya tersebut diharapkan dapat berjalan seiring dengan penguatan perlindungan anak secara nyata di lapangan.