03 Jun 2026 | Dilihat: 1111 Kali

Kapolda Kaltim kepada Kreator Konten Sepotong: Kami Tahu Motif Anda, dan Itu Bisa Berujung Hukum

noeh21
Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H.
      
SekdaTV.Com, BALIKPAPAN - Polda Kalimantan Timur punya patroli siber yang tidak pernah berhenti bekerja. Setiap konten yang diunggah di media sosial, termasuk potongan video yang belakangan ramai diperbincangkan, sudah masuk radar mereka.
 
Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H. menegaskan hal itu, Rabu (3/6/2026), sekaligus memberi peringatan langsung kepada para kreator konten yang gemar menyebarkan informasi parsial tanpa konteks yang utuh.
 
"Kami memiliki patroli siber yang terus memantau perkembangan di media sosial. Dari situ akan terlihat apakah suatu unggahan terjadi karena kelalaian, ketidaktahuan, atau memang ada unsur kesengajaan yang dapat menimbulkan dampak tertentu di masyarakat," kata Endar.
 
Peringatan itu bukan sekadar basa-basi. Endar menegaskan setiap konten yang beredar akan dianalisis secara menyeluruh sebelum langkah hukum diambil. Pendekatan edukatif tetap diutamakan, tapi pintu proses hukum tetap terbuka.
 
Kepada mereka yang selama ini meraup keuntungan dari konten sepotong, Endar berbicara blak-blakan. "Kami mengimbau kepada siapa pun yang memiliki niat membuat konten yang hanya menampilkan bagian tertentu dari suatu kejadian tanpa memperlihatkan keseluruhan peristiwa, agar menghentikan praktik tersebut. Konten seperti itu mungkin menguntungkan pembuatnya, tetapi dapat menimbulkan persepsi yang tidak baik dan memicu keresahan di masyarakat," tegasnya.
 
Endar tidak menutup mata bahwa sebagian penyebaran konten menyesatkan mungkin terjadi karena ketidaktahuan. Tapi sebagian lainnya, menurutnya, dilakukan dengan kesengajaan. Patroli siber Polda Kaltim, katanya, sanggup membedakan keduanya.
 
Imbauan serupa juga ditujukan kepada masyarakat luas. "Marilah kita bersama-sama bijak melihat situasi yang sebenarnya terjadi. Jangan mudah terpancing oleh potongan informasi yang belum tentu menggambarkan fakta secara keseluruhan," katanya.
 
Endar menegaskan menjaga kualitas ruang digital bukan hanya urusan aparat. "Pada era digital seperti sekarang, kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga agar informasi yang beredar tetap akurat dan tidak menimbulkan keresahan. Dengan demikian stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat dapat terus terjaga," pungkasnya. 
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas