SekdaTV, Fakfak Papua Barat - Bertempat di Gereja Pantekosta di Indonesia Jalan A.Yani Kelurahan Fakfak Utara Distrik Fakfak Provinsi Papua Barat Ketua Musik Gereja Jemaat GPdi Bethesda Fakfak Bapak Jamres Muskita saat di temui Wartawan usai Ibadah Kenaikan Yesus Kristus ke Surga Minggu siang (21/5)wit mengatakan. Ibadah Renungan minggu ini di pimpin langsung oleh Clarce Bonsafia/Fakdawer terdapat dalam Roma 8:26-27 mengenai Kehidupan Doa.
Meskipun sudah sering kita dengar pelajaran tentang berdoa, namun hal ini nampaknya masih belum menjadi gaya hidup sebagian besar orang percaya. Pada kenyataannya, yang sering kita lihat atau mungkin sedang terjadi pada diri kita sendiri adalah bahwa kita mendapati kalo kita sudah jarang berdoa, malas berdoa, atau bahkan sudah tidak pernah lagi berdoa.
Kondisi-kondisi seperti ini banyak terjadi di jaman sekarang. Orang-orang lebih banyak disibukkan dengan berbagai macam kegiatan atau pekerjaan yang kadang membuat kita kesulitan memberi waktu untuk berdoa atau sederhananya lagi, kita mengabaikan waktu berdoa.
Terkadang kita masih belum mampu untuk menaklukkan 'waktu sibuk kita', rasa malas kita, dll, dan itu merupakan kelemahan kita.
Oleh sebab itu, Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita, bahwa Tuhan akan memberi kita Roh Kudus yang akan memampukan kita untuk berdoa. Dan Roh Kudus juga akan menimbulkan 'KERINDUAN' di hati kita untuk berdoa. Namun 'kerinduan' untuk berdoa saja tidak cukup, harus ada DISIPLIN. Ketika kita disiplin untuk berdoa, maka doa pun akan menjadi 'kesukaan' bagi kita.
Alkitab mencatat bahwa, Yesus pun membangun kehidupan doa-Nya. Markus 1:35 mencatat: Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Juga dalam Matius 14:23: Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.
Masih banyak lagi ayat Firman Tuhan yang mencatat tentang kehidupan doa Yesus.
Jadi, Saudara/i yang terkasih, mari kita sama-sama membangun 'kehidupan doa' kita dengan konsisten setiap hari, supaya kita semakin kuat, semakin diurapi, dan semakin dipakai oleh Tuhan. (
Amatus Rahakbauw)