29 Ags 2026 | Dilihat: 1117 Kali

Terjebak Kabut Asap Tetangga, Sepinggan Molor Bukan karena Sepinggan

noeh21
General Manager Bandara SAMS Sepinggan, R. Iwan Winaya Mahdar
      
SekdaTV.Com || Balikpapan - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan mulai merembet ke jadwal penerbangan. Efeknya kini terasa di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, terutama untuk rute menuju Banjarmasin dan Pontianak.
 
Sejumlah penerbangan tercatat molor hingga beberapa jam. Namun General Manager Bandara SAMS Sepinggan R. Iwan Winaya Mahdar buru-buru meluruskan: biang keladinya bukan di langit Balikpapan.
 
"Untuk Balikpapan - Banjarmasin, karena penerbangannya di pagi hari, sudah dua sampai tiga hari ini mengalami delay kurang lebih satu sampai dengan tiga jam," kata Iwan, Jumat (28/8/2026).
 
Penyebabnya sederhana tapi berantai: pesawat yang mestinya terbang dari Balikpapan belum sempat mendarat, karena penerbangan sebelumnya dari Banjarmasin sendiri sudah tertahan kabut asap di kota asal.
 
"Akibatnya bukan dari Balikpapan, tapi kita menunggu pesawat yang dari Banjarmasin ke Balikpapan," ujarnya.
 
Ia menegaskan langit Sepinggan sendiri masih bersih dari gangguan. "Untuk visibility atau jarak pandang di Balikpapan saat ini alhamdulillah tidak berpengaruh oleh kabut asap. Kita masih sesuai dengan batas minimal jarak pandang," jelasnya.
 
Pontianak menyusul kena getahnya
 
Selain Banjarmasin, rute Pontianak-Balikpapan juga terseret masalah serupa. Rabu (26/8/2026), penerbangan dari Pontianak molor hampir empat jam.
 
"Pontianak sempat delay kurang lebih hampir tiga sampai dengan empat jam. Lagi-lagi karena memang kondisi cuaca yang ada di Pontianak," katanya.
 
Imbasnya menjalar ke jadwal berikutnya dari Balikpapan, karena pesawat yang sama harus menunggu kedatangan dari kota asal yang sedang berkabut.
 
Rute Balikpapan-Banjarmasin dilayani dua maskapai, Citilink dan Wings Air. Sementara Balikpapan-Pontianak hanya mengandalkan satu penerbangan langsung dari Batik Air.
 
Di tengah gangguan itu, satu rute masih aman terkendali: Berau. "Berau sampai saat ini alhamdulillah masih bisa terbang normal operation," pungkas Iwan.
 
Bandara Sepinggan sendiri, menurutnya, masih beroperasi normal. Keterlambatan yang terjadi hanyalah efek domino dari cuaca dan jarak pandang buruk di bandara-bandara tujuan yang lebih dekat dengan titik-titik karhutla.
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas