05 Apr 2026 | Dilihat: 1104 Kali

Ancaman Kekeringan Mengintai Balikpapan, PTMB Siapkan Skema Bertahan dari Krisis Air

noeh21
Direktur Utama PTMB, Yudi Saharuddin
      
SekdaTV sekdatv.com, BALIKPAPAN - Potensi musim kering ekstrem pada 2026 mulai direspons serius oleh Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB). Perusahaan daerah itu menyiapkan skenario berlapis untuk menjaga pasokan air bersih, di tengah ancaman penurunan drastis sumber air baku.
 
Langkah antisipasi disusun melalui kajian teknis bersama Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV, dengan fokus pada proyeksi terburuk jika dampak El Nino memicu krisis air di wilayah Balikpapan.
 
Direktur Utama PTMB, Yudi Saharuddin, mengatakan seluruh perhitungan telah mengarah pada satu tantangan utama. Yaknj menjaga keseimbangan antara ketersediaan air baku dan kebutuhan distribusi yang terus berjalan.
 
“Yang kami siapkan bukan hanya skenario normal, tapi juga kondisi terburuk ketika pasokan air turun signifikan,” ujarnya.
 
Tekanan terbesar diperkirakan terjadi pada Waduk Manggar yang selama ini menjadi tulang punggung suplai air baku. Dalam kondisi tertentu, penurunan muka air bisa berlangsung cepat, terutama jika curah hujan berada di bawah normal dalam waktu panjang.
 
Selain volume air yang menyusut, gangguan juga berpotensi muncul dari sisi kualitas. Air yang semakin keruh, masuknya sedimen, hingga pertumbuhan tanaman air dapat menghambat proses produksi di instalasi pengolahan.
 
Untuk menahan dampak tersebut, PTMB menyiapkan pengaturan suplai dari beberapa sumber, termasuk mengombinasikan pemanfaatan Waduk Manggar dengan pasokan dari Bendungan Sungai Wain. Pola produksi juga disesuaikan dengan asumsi pasokan masuk yang berkurang hingga setengah dari kondisi normal.
 
Cadangan tambahan disiapkan melalui sejumlah bendungan pengendali, seperti Bendali 1, Bendali 3, dan Bendali 4, yang difungsikan sebagai penopang saat sumber utama mengalami tekanan.
 
Di sisi distribusi, PTMB tidak menutup kemungkinan penerapan sistem penggiliran jika kapasitas produksi turun signifikan. Skema ini dirancang agar penyaluran tetap merata, dengan prioritas pada wilayah-wilayah yang paling membutuhkan.
 
“Kami upayakan distribusi tetap berjalan, meskipun harus dilakukan secara bergantian jika kondisi tidak memungkinkan,” kata Yudi.
 
Sebagai langkah darurat, armada mobil tangki juga disiapkan untuk menjangkau kawasan yang berisiko mengalami kekurangan air, termasuk daerah perbukitan dan fasilitas layanan publik.
 
Untuk jangka menengah, PTMB mulai memperkuat sumber air alternatif melalui reaktivasi sumur bor serta pembangunan titik sumber baru. Optimalisasi infrastruktur yang sudah ada juga menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan pasokan.
 
Di tengah ancaman tersebut, masyarakat turut diminta berperan dalam mengendalikan konsumsi air. Penggunaan yang lebih efisien dinilai menjadi faktor penting untuk mengurangi tekanan terhadap sistem distribusi.
 
Dengan berbagai skenario yang disiapkan, PTMB berupaya memastikan layanan air bersih tetap berjalan, meski dihadapkan pada potensi musim kering yang lebih panjang dan ekstrem.
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas