SekdaTV
sekdatv.
com, BALIKPAPAN - SD 022 di kawasan Manggar, Balikpapan Timur, dipastikan akan mulai difungsikan pada 2026. DPRD Balikpapan menekankan pentingnya kesiapan akses dan fasilitas pendukung agar operasional sekolah berjalan tanpa hambatan.
Kesiapan operasional SD 022 di Balikpapan Timur mulai memasuki tahap akhir. Berdasarkan informasi dari Dinas Pendidikan, sekolah tersebut ditargetkan sudah dapat digunakan oleh masyarakat pada tahun 2026.
Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, menyampaikan bahwa kesiapan sekolah secara umum telah terpenuhi, namun masih terdapat sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian.
“Informasinya dari Dinas Pendidikan, tahun ini sudah siap digunakan,” ujarnya.
Ia menyoroti kondisi akses menuju sekolah yang dinilai belum sepenuhnya mendukung aktivitas siswa. DPRD telah meminta instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi terhadap jalur masuk menuju lokasi.
Menurutnya, kemudahan akses menjadi faktor penting agar siswa tidak mengalami kesulitan saat berangkat dan pulang sekolah.
“Kami sudah sampaikan agar akses menuju sekolah itu diperbaiki,” sebutnya.
Selain akses jalan, DPRD juga mencermati kondisi fisik di sekitar sekolah, termasuk fasilitas penunjang seperti jalur masuk dan struktur pendukung lainnya yang perlu dipastikan aman.
“Fasilitas pendukungnya juga akan kita lihat kembali kesiapan di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, terkait rencana pembangunan sekolah baru, DPRD menyebut belum ada penambahan di wilayah Balikpapan Timur pada tahun 2026.
Keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor yang memengaruhi prioritas pembangunan fasilitas pendidikan di daerah.
“Untuk wilayah timur sementara belum ada pembangunan baru,” ungkap Gasali.
Ia menjelaskan, anggaran yang tersedia saat ini difokuskan pada pembangunan sekolah di wilayah Balikpapan Utara, tepatnya di kawasan Grand City.
“Yang dianggarkan itu pembangunan SMP di Grand City,” pungkasnya.
DPRD berharap operasional SD 022 dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan dasar di Balikpapan Timur. Namun, kesiapan infrastruktur pendukung tetap menjadi perhatian agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan optimal sejak awal penggunaan.