02 Apr 2026 | Dilihat: 1102 Kali

Bantu Petani Lebih Mandiri, Jafar Sidik Apresiasi Dukungan Stimulan Saprodi Pemkot

noeh21
Anggota DPRD Balikpapan, Jafar Sidik
      
SekdaTV sekdatv.com, BALIKPAPAN - Anggota DPRD Jafar Sidik memberikan apresiasi atas dukungan stimulan Sarana Produksi Pertanian (saprodi) yang disalurkan Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) kepada Kelompok Tani Karya Bina Bersama di Gunung Binjai pada Rabu (1/4/2026).
 
Menurut Jafar, bantuan awal tersebut menjadi pijakan penting dalam mendorong kemandirian petani sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pertanian di daerah.
 
Ia menjelaskan, paket saprodi yang diberikan meliputi pupuk, cairan kimia pertanian, serta kapur dolomit yang berfungsi memperbaiki struktur tanah agar lebih subur dan mudah diolah.
 
"Ini masih tahap stimulan. Tujuannya memberi dorongan awal supaya petani bisa berkembang dan ke depan lebih mandiri," terang Jafar saat ditemui di kantornya, Kamis (2/4/2026).
 
Jafar menilai, intervensi pemerintah kota tersebut merupakan bentuk dukungan konkret terhadap kelompok tani yang sedang mengembangkan lahan produktif. Selain membantu kebutuhan dasar, bantuan itu juga diharapkan mampu memicu peningkatan hasil panen.
 
Dalam peninjauan lapangan, turut dibahas peluang dukungan lanjutan dari Bank Indonesia (BI) Balikpapan. Ada dua opsi bantuan yang ditawarkan, yakni pembangunan fasilitas penyimpanan dan pengolahan gabah serta penyediaan teknologi drone sprayer untuk penyemprotan lahan.
 
Ia menekankan, pembangunan fasilitas pascapanen menjadi kebutuhan paling mendesak saat ini. Keterbatasan tempat penyimpanan membuat sebagian besar hasil panen tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.
 
"Selama ini yang bisa dijual hanya sekitar 30 persen. Sisanya rusak karena kelembapan, akibat belum adanya fasilitas penyimpanan yang layak," jelasnya.
 
Fasilitas yang diusulkan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai gudang, tetapi juga dilengkapi sistem pengeringan dan pengolahan. Gabah dapat langsung dikeringkan, digiling menjadi beras, dikemas, hingga siap dipasarkan.
 
Jafar menilai, keberadaan sarana tersebut akan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus menekan potensi kerugian petani.
 
Sementara itu, penggunaan drone sprayer dinilai bersifat pelengkap. Meski mampu meningkatkan efisiensi kerja di lahan, teknologi tersebut belum menjadi prioritas utama dibandingkan kebutuhan pascapanen.
 
"Kalau melihat kebutuhan sekarang, yang lebih penting itu fasilitas produksi dulu. Supaya hasil panen bisa terserap maksimal dan tidak terbuang," tuturnya.
 
Ia juga mengungkapkan, estimasi anggaran untuk pembangunan fasilitas penyimpanan dan pengolahan gabah mencapai sekitar Rp600 juta per unit, sedangkan drone sprayer berkisar Rp400 juta. Sehingga, kebutuhan fasilitas penyimpanan dan produksi dinilai lebih krusial.
 
Saat ini, kelompok tani tersebut mengelola lahan seluas sekitar 95 hektare, dengan 40 hektare di antaranya telah dibuka dan ditanami. Dalam waktu dekat, area tersebut diproyeksikan memasuki masa panen.
 
DPRD berharap, dengan dukungan sarana yang memadai, produktivitas pertanian di Balikpapan meningkat dan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah.
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas