SekdaTV
sekdatv.
com, BALIKPAPAN - Pergerakan penduduk yang terus terjadi di Balikpapan mendorong Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) memperkuat sistem pendataan berbasis digital. Di tengah mobilitas yang tinggi, akurasi data menjadi tantangan utama.
Meski tidak terjadi lonjakan signifikan pascalibur panjang, dinamika keluar-masuk penduduk tetap berlangsung. Kondisi ini membuat pemerintah perlu memastikan setiap pergerakan warga tetap tercatat dengan baik dalam sistem administrasi kependudukan.
Kepala Disdukcapil Balikpapan, Tirta Dewi, menyebut tantangan utama saat ini bukan pada jumlah pendatang, melainkan bagaimana memastikan data mereka terintegrasi dengan sistem layanan.
“Mobilitas itu pasti ada. Yang penting adalah bagaimana pendataan tetap akurat supaya pelayanan tidak terganggu,” ujarnya.
Sebagai kota penyangga kawasan strategis, Balikpapan menjadi titik transit sekaligus tujuan sementara bagi banyak penduduk. Namun tidak semua yang datang tercatat sebagai penduduk tetap, sehingga berpotensi menimbulkan celah dalam data kependudukan.
Untuk itu, Disdukcapil mendorong pelaporan bagi warga yang tinggal dalam jangka waktu tertentu. Pendataan ini dinilai penting agar layanan publik seperti kesehatan, administrasi, hingga bantuan sosial dapat tepat sasaran.
Di sisi lain, percepatan program Identitas Kependudukan Digital (IKD) menjadi fokus utama. Melalui sistem ini, masyarakat dapat mengakses dokumen kependudukan secara lebih praktis tanpa harus bergantung pada dokumen fisik.
Disdukcapil mulai memperluas jangkauan layanan dengan mendekatkan aktivasi IKD ke tingkat lingkungan. Petugas turun langsung ke wilayah permukiman untuk menjangkau warga yang belum tersentuh layanan.
“Kami tidak hanya menunggu masyarakat datang, tapi juga aktif mendatangi mereka,” kata Tirta.
Peran ketua RT juga diperkuat sebagai penghubung antara pemerintah dan warga. Sosialisasi dilakukan secara langsung agar masyarakat memahami pentingnya aktivasi identitas digital.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat transformasi layanan kependudukan, sekaligus menjawab tantangan mobilitas penduduk yang terus berubah.
Ke depan, Disdukcapil menilai sistem administrasi yang adaptif dan berbasis digital menjadi kunci dalam menjaga ketertiban data, terutama di kota dengan arus penduduk yang dinamis seperti Balikpapan.